Keluhan
Kronologisnya. Pada 20 Desember 2007 sekitar jam 11:00 siang, ketika saya hendak mengambil uang di ATM BII yang ada di Carrefour Cempaka Putih (sebelah Gudang Garam Bypass), sebelumnya saya sudah beberapa kali menggunakan ATM tersebut dan tidak pernah masalah.Pada layar monitor tertera masukkan kartu anda. Kemudian saya masukkan kartu ATM BII saya. Kemudian mesin ATM menelan kartu saya. Biasanya yang muncul adalah masukkan Password Anda.
Tapi, apa yg terjadi. Layar tidak berubah. Tetap meminta memasukkan kartu ATM. Padahal kartu ATM saya sudah di dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya, 21 Desember ketika saya ke BII Cempaka Mas jam 08:30
di mana CS-nya baru buka, ketemu dengan Ibu Fransiska, di mana katanya, kartu saya hanya bisa di ambil di BII Juanda, dan tidak setiap hari ATM tersebut dibuka / diperiksa.
Akhirnya karena BII Juanda itu cukup jauh dan saya ada keperluan disarankan untuk ganti kartu saja. Tetapi, untuk itu saya harus mengeluarkan uang Rp.31.000,- (Rp.25.000,- untuk pergantian kartu dan Rp.6.000,- untuk materai).
Sebelumnya saya belum lama ganti kartu karena kartu yang lama patah menjadi 2 bagian (dikarenakan mutu kartu yang sekarang kualitasnya kurang baik - "ringkih", mudah patah). Hanya Rp.25.000,- saja di BII Cabang Plaza Senayan, tanpa embel-embel materai.
Sehingga, sekarang saya jadi TRAUMA untuk pilih ATM. Takut kartu saya tertelan lagi tanpa sebab yang jelas. Dikarenakan ini adalah kesalahan dari mesin ATM BII, tidak seharusnya pihak BII meminta uang dari ATM yang diganti karena kesalahan mesin ATM tersebut.
Untuk pengguna ATM BII yang lainnya, waspadalah kartu ATM anda tertelan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, dan harus mengeluarkan uang Rp.31.000,-
Jika sehari di Indonesia ada 1.000 ATM yang tertelan, berarti ada penghasilan tambahan Rp. 31 juta untuk pihak Bank BII. Sebulan sudah hampir 1 milyard. Cukup fantastis angka tersebut.
Beni Santoso
Sentral Senayan I, Lt 8
beni@binusian.org
08161357026
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































