Keluhan
Saya tidak bermaksud menjatuhkan bank pemerintahan yang katanya terbesar nomor 2 di negeri ini. Tetapi, saya perlu menyampaikan agar tidak terjadi pada nasabah-nasabah Bank BTN yang lainnya. Kejadiannya hari Minggu, 9 Desember 2007 sekitar pukul 23.00. Ayah saya masuk Rumah Sakit Umum Bekasi dikarenakan mengalami sakit dan harus membutuhkan biaya. Karena uang ada di ATM Bank BTN kami pun segera menuju ATM. Apa saja yang bisa di gunakan oleh ATM BTN, tapi nyatanya dilayar monitor ATM tertulis "maaf ATM sedang Offline".
Saya pikir mungkin karena sudah tengah malam. Jadi jalur tranksaksi tidak lancar. Saya pikir besok pagi saja. Tetapi, pada pukul 04.00 hari Senin, 10 Desember 2007 ayah saya harus masuk ruang ICU. Oleh karena Ruang ICU di RSUD penuh saya harus mencari Ruang ICU di rumah Sakit lainnya. Namun, hampir semua rumah sakit swasta harus menyertakan jaminan uang yang nilainya tidak kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami sekeluarga bergelut dengan waktu karena ayah saya sudah koma dan yang paling menyedihkan mengapa semua rumah sakit harus memberikan jaminan uang terlebih dahulu kepada pasiennya baru mereka mau melayani kami.
Bagaimana dengan pasien yang tidak mampu. Saya sekeluraga berusaha mencari uang ke sana ke mari dengan janji setelah ATM BTN kami bisa di tarik pasti saya ganti. Pada pukul 08.45 setelah saya berhasil mendapatkan uangnya ayah saya berpulang untuk selama-lamanya.
Kami semua lemas. "Ya, Tuhan" kenapa di saat kami membutuhkan uang kami sendiri malah dipersulit seperti ini. Mungkin semua hasilnya beda kalau saja kami mendapatkan uang lebih cepat dan karena ketidakprofesionalan Bank BTN kami tidak bisa meyelamatkan nyawa ayah kami sendiri.
Dan hari Selasa, 11 Desember 2007 saya menarik semua uang saya di rekening BTN atas nama Defy Susanti Cabang Perum 3 Bekasi Timur. Dengan deraian air mata saya komplain kepada pihak bank dan jawabannya cuma "maaf". Inikah kinerja bank pemerintah.
Defy Susanti
MM2100 Kawasan Industri Bekasi
shelya24@yahoo.com
021-92998224
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































