ATM Mandiri Mal Malioboro Out of Order Saldo Terpotong

Suara Pembaca

ATM Mandiri Mal Malioboro Out of Order Saldo Terpotong

- detikNews
Selasa, 04 Des 2007 13:15 WIB
ATM Mandiri Mal Malioboro Out of Order Saldo Terpotong
Keluhan
Tanggal 3 November 2007 melakukan tarik tunai di ATM Mandiri Malioboro Mall Yogyakarta. Keadaan antri karena sedang ada yang menggunakan. Di sana ada 2 buah mesin ATM, yang kiri (Tempat Kejadian Perkara, selanjutnya kita sebut A) dan yang kanan (yang berfungsi normal, selanjutnya kita sebut "B").

Sebelum kami melakukan transaksi di mesin A ada seorang ibu yang melakukan tarik tunai. Namun, segera pindah ke ATM B karena ATM A tidak dapat memproses transaksi tarik tunai. Tanpa mengetahui hal tersebut kami pun mencoba melakukan tarik tunai di ATM A yang sebelumnya digunakan si ibu tadi.

Saya melakukan tarik tunai sebesar Rp 500 ribu. Sampai melakukan perintah menekan tombol pilihan Rp 500.000 tidak ada masalah. Namun, setelah itu layar kembali ke home screen dan kartu ATM saya langsung keluar begitu saja tanpa ada notifikasi transaksi berhasil atau gagal di layar. Juga tidak ada suara mesin menghitung uang. Asumsi saya mesin A sedang out of order atau tidak bisa untuk tarik tunai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian saya pindah ke mesin ATM B dan berhasil melakukan tarik tunai sebesar Rp 300.000. Setelah meninggalkan ATM sambil membaca struk ATM saya menemukan keganjilan. Jumlah saldo akhir saya terpotong Rp 800.000 yang notabene pada saat itu yang berhasil saya tarik hanya sejumlah Rp 300.000.

Saya mulai berpikir bahwa transaksi yang gagal tadi tetap terdebet oleh Bank Mandiri. Malam harinya saya menghubungi Call Center Mandiri di 14000. Petugas yang berbicara dengan saya mengatakan bahwa sistemnya sudah offline maka tidak bisa untuk mengecek detail transaksi

Kemudian pagi tanggal 4 November 2007 saya call kembali ke 14000 dan dikatakan bahwa memang ada penarikan sebesar Rp 500.000 dan Rp 300.000 yang terjadi pada tanggal 3 November 2007.

Karena tidak puas dengan jawaban Call Center mandiri, maka pada tanggal 5 November 2007 mengajukan komplain perihal di atas ke Bank Mandiri Cabang Slamet Riyadi Solo dan saya dijanjikan akan diberi jawaban dalam 14 hari kerja. Namun, jika sebelum itu sudah terselesaikan saya akan dihubungi pihak Bank Mandiri via telepon atau surat. Tapi kenyataannya tidak ada kabar dari pihak Bank Mandiri. Saldo saya yang terpotong Rp 500.000 pun belum kembali ke rekening saya.

Tanggal 20 November 2007 saya melakukan konfirmasi ulang ke Kantor Cabang Mandiri tersebut bertemu dengan Customer Service (CD) Mbak Fitri. Ternyata komplain yang saya ajukan 2 minggu lalu sampai sekarang belum ada jawaban. Pihak bank katanya belum mengecek apakah terjadi selisih yang berhubungan dengan ATM tempat saya melakukan transaksi.

Tanggal 23 November 2007 saya telepon ke Call Center 14000, ternyata belum ada jawaban tentang klaim saya yang sudah berumur 14 hari itu. Hampir lewat dari waktu penyelesaian klaim yang mereka berikan. Saya pun masih diminta untuk menghubungi Call Center 14000 pada tanggal 28 november 2007.

Tanggal 28 november 2007 saya hubungi Call Center Bank Madiri. Jawaban yang diberikan adalah klaim saya ditolak. Tidak puas dengan putusan itu saya minta untuk dapat melihat rekaman CCTV di ATM tempat saya melakukan transaksi untuk mengetahui apa benar uang saya keluar dari ATM tanpa sepengetahuan saya dan diambil orang.

Untuk mengurus itu saya diminta untuk mengajukan klaim ke kantor cabang tempat pengelola ATM Mal Malioboro tersebut yaitu di Yogyakarta. Apa bank sebesar mandiri tidak bisa menangani klaim saya tanpa membuang-buang waktu seperti ini dan tidak ada transparansi? Apakah jika peristiwa ini terjadi di pulau seberang seperti Kalimantan, Sulawesi, atau Papua saya juga harus mengajukan klaim ke sana sementara saya tinggal dan bekerja di Solo?Ini kan bank online!

Di tanggal yang sama, tanggal 28 november 2007 jam 11.45 saya langsung menuju ke Bank Mandiri Cabang Slamet Riyadi Solo untuk menanyakan klaim saya yang hasilnya tidak transparan dan tentu saja sangat-sangat tidak memuaskan. Saya bertemu CS bernama Fitri. Jawaban yang saya terima tetap sama. Klaim saya ditolak dan tentu saja saya tidak terima dengan keputusan itu.

Saya pun meminta agar dapat melihat rekaman CCTV di saat saya melakukan transaksi di ATM.Β  Tapi, saya malah dilempar untuk melakukan klaim ke cabang Yogya Sudirman sebagai pengelola mesin ATM mandiri Malioboro Mall dan belum tentu saya dapat melihat rekaman tersebut karena belum tentu di sana dipasang CCTV.

Kalau pun di sana belum terpasang CCTV saya juga sudah mengajukan print out detail transaksi di mana pada hari itu saya mengambil uang biar ada kejelasan. Kalaupun ATM tersebut rusak, tapi sama saja, sampai detik ini pun saya belum dapat kejelasan dari pihak Mandiri.

Gimana sih ini? Sudah menunggu lama, jawabannya tidak memuaskan, sepihak, dan tidak transparan, dilempar-lempar pula! Sampai saat ini yang sudah masuk bulan Desember 2007 tetap tidak ada titik terang dari komplain saya ke Bank Mandiri.

Sampai kapan lagi saya harus menunggu. Apakah bisa saya tarik tunai lewat ATM Mandiri nyaman? Dan apakah Mandiri bisa menjamin kalau saya tarik tunai lewat ATM lain bisa sukses sedangkan lewat ATM-nya sendiri saja seperti ini?

Sri Wahyuni
Jl Mahakam Kutorejo Sragen Tengah RT 04 RW 08 Sragen 57211
djunned_femme@yahoo.com



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait