Teror Adira Finance

Suara Pembaca

Teror Adira Finance

- detikNews
Selasa, 20 Nov 2007 11:38 WIB
Teror Adira Finance
Keluhan
Tanggal 14 November 2007, telepon rumah orang tua dan mertua kami dihubungi oleh petugas Adira Finance. Ibu kami yang masih berduka atas wafatnya Bapak kami dicaci maki sambil mengkonfirmasikan akan mengambil barang yang kami beli secara kredit. Sementara saat berbicara dengan Ibu Mertua, selain mencaci, petugas tersebut juga sempat mempermasalahkan status tokoh keagamaan Ibu Mertua, sehingga menimbulkan masalah di antara keluarga kami.

Padahal pembayaran fasilitas kredit nomor 000064215593 tersebut telah dikonfirmasikan secara baik oleh suami saya melalui petugas Collection yang berinisial "An" dan disepakati akan dibayar pada tanggal 15 November 2007. Sore, 14 November 2007, kami melakukan klarifikasi dengan pejabat Collection di Adira Finance Divisi Elektronik (Bpk. Rg) dan meninggalkan nomor telepon langsung yang bisa dihubungi.

Kenyataannya tanggal 15 November 2007 selain mengirimkan SMS (Short Message Service) melecehkan ke suami saya, petugas Collection kembali menghubungi rumah orangtua dan diterima oleh putri kami yang berusia 8 tahun seraya kembali mencaci-maki. Sambil menunggu klarifikasi pejabat di Adira Finance kami melakukan pembayaran angsuran berikut denda pada tanggal 16 November 2007 pagi langsung ke kantor Adira Finance Divisi Elektronik di Kompleks Perkantoran Cempaka Mas. Namun, pembayaran angsuran berikut denda keterlambatan hanya dibuktikan dengan bukti tanda terima sementara ditulis tangan yang jelas mencantumkan klausul bukan sebagai bukti pembayaran yang sah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah petugas Collection Adira Finance Divisi Elektronik tidak dapat mengakses data yang diinformasikan oleh petugas sebelumnya, sehingga 1 hari sebelum tanggal kesepakatan petugas Collection telah menghubungi secara kasar dengan mencaci-maki dan melecehkan pihak ketiga (bukan nasabah) yang berusia lanjut dan di bawah umur sambil membawa-bawa simbol keagamaan dan profesionalisme.

Kami tentu akan sangat menghargai apabila tindakan yang dilakukan bermaksud untuk mengingatkan bukan menteror dan mencaci. Membuat customer tidak nyaman adalah salah satu strategi collection. Namun, harus dipilah kondisinya dan sebisa mungkin berbicara dengan nasabahnya langsung.

Apalagi dilakukan saat komitmen sebelumnya belum terlampaui. Sebagai lembaga pembiayaan konsumen, Adira Finance tentunya memiliki regulasi untuk meminimalisir kerugian secara finansial. Namun, pertimbangan sisi Customer Relationship dan Reputation Risk dari Adira Finance ke depan seharusnya juga menjadi perhatian.

Sebelumnya kami adalah debitur di Adira Finance Divisi Roda Empat dengan jenis barang dan angsuran yang lebih besar dan telah kami lunasi dengan baik jauh sebelum waktunya.

Kami berharap ini yang terakhir bagi kami berhubungan sebagai Nasabah Adira Finance. Ke depan kami berharap penyegaran dan pelatihan yang komprehensif untuk menciptakan After Sales Service yang Profesional.

Karena tindakan tidak profesional yang dilakukan sebagian kecil karyawan akan berdampak terhadap image Adira Finance. Dampak lebih besarnya adalah hilangnya kepercayaan calon nasabah yang relatif baik, nasabah dan komunitas yang lebih luas terhadap nama besar Adira secara keseluruhan. Terima kasih.

Neneng SR Ario
Pemegang PK ADIRA FINANCE No. 000064215593
Bintara Bekasi Barat
ariokoen@gmail.com
0818604308



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads