Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered

Suara Pembaca

Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered

- detikNews
Senin, 19 Nov 2007 13:11 WIB
Sulitnya Menutup Kartu Kredit Standard Chartered
Keluhan
Saat ini saya sedang hadapi masalah proses penutupan Kartu Kredit Standard Chartered Bank. Awal mulanya 1 tahun lalu sekitar September 2006 saya dapat kiriman Kartu Kredit SCB padahal saya sama sekali tidak apply. Lalu tak lama berselang, Telemarketing (TM) KK SC menelepon saya dan mengatakan bahwa kartu tersebut sengaja dikirim ke saya meski tanpa apply, sebagai penghargaan karena record saya dalam pembayaran program KTA (Kredit Tanpa Agunan) lancar dan bagus.

Saya sudah menolak untuk diaktivasikan, namun telemarketing tersebut tetap saja menelepon beberapa kali dengan tujuan sama, dan akhirnya karena saya ndak mau terganggu terus-terusan, akhirnya saya iyakan untuk aktivasi. Saya masih ingat TM tersebut sempat berkata, "toh tahun pertama bebas iuran, nanti masuk tahun kedua bapak bisa tutup jika memang tidak perlu." (Dalam hati tanpa diajari saya juga udah tahu).

Dalam perjalanan waktu, sempat pula telemarketing lainnya menelpon dan menawarkan kartu tambahan dan bila disetujui akan dapat hadiah free travel bag TANPA SYARAT APAPUN, kembali saya iyakan lagi, dan sampai dengan saat ini pun tas tersebut tidak pernah sampai ke saya, dan saya pun tidak persoalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu terus berjalan, dan memang kartu tersebut sama sekali tidak pernah saya pakai. Saya simpan saja di lemari kerja, billing pun tak pernah muncul (beda dengan Kartu Kredit ANZ, nol tagihan pun tetap di kirim billing, hal ini bagus sebagai pengingat bahwa kita punya kartu kredit di bank tertentu).

Hingga akhirnya pada Oktober 2007, munculah billing KK SCB total 450.000 untuk ReNewal Fee 2 kartu (masa 2007-2008). Baru saya ingat kalau saya punya KK SCB, saya telepon Call Center untuk ajukan penutupan. Saya kaget karena tidak bisa ditutup karena masih ada tagihan. Saya sempat ajukan keberatan karena itu bukan tagihan pemakaian/belanja, melainkan tagihan iuran tahunan untuk 2007-2008. Namun, tetap saja Call Center tidak bisa memproseskan.

Akhirnya saya kirim fax surat keberatan sekaligus pengajuan penutupan ke Card Center SCB di Jakarta. Saya tunggu-tunggu ndak ada follow up lagi dari sana. Sampai akhirnya pada tanggal 9-Nop-2007, billing muncul lagi. Kini plus denda 50.000 jadi total 500.000.

13 Nopember 2007 saya telepon Call Center lagi, dan tetap saja, mereka tidak bisa proses, meski saya sudah kirim fax tentang keberatan tersebut. Dan sekarang saya sedang siapkan surat lagi ke Card Center SCB, kalau via fax mungkin ndak terlalu digubris dan sepertinya tidak ada koordinasi antara CS di Call Center dengan yang di Office Card Center.

Kebijakan yang aneh. Saya pernah dengan ANZ mengajukan penutupan account, saat bill annual fee saya terima, dan ndak ada masalah, bisa ditutup. Malah sempat sebelum ditutup saya ditawari untuk discount member fee segala. Lha kalau SCB memaksakan kehendak saya harus bayar annual fee (2007-2008), baru bisa ditutup, apa ndak aneh itu? Terus apa manfaat saya keluar uang tersebut? Jelas rugi di pihak saya.

Semoga kasus ini bisa selesai dengan baik-baik. Saya sudah pernah 2 kali jadi nasabah KTA SCB dengan track record sangat baik. Semoga mereka bijaksana dalam hal kasus kartu kredit saya ini. Dan ini semua ndak akan terjadi kalau SC tidak secara sepihak kirim kartu kredit kepada saya tanpa izin.

Gatoet Waskito
Teluk Nibung Timur 8/4 Surabaya
gwaskito@yahoo.com
03170450676



Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads