Keluhan
Saya adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan di bilangan Tebet Jakarta Selatan. Pada hari Senin, (5/11/2007) saya mendapat tugas untuk mengurus Surat Keterangan Domisili Perusahaan di Kelurahan Tebet Timur Kecamatan Tebet. Saya diterima oleh seorang petugas Kelurahan bernama Ibu Suharti dan diminta untuk membayar biaya sebesar Rp 400.000,-. Saya kaget dan keberatan dengan biaya sebesar itu. Setelah bernegosiasi akhirnya dikurangi menjadi Rp 350.000,-. Alangkah mahalnya biaya tersebut untuk selembar kertas yang berlaku hanya 1 (satu) tahun, dibandingkan biaya SIM (Surat Izin Mengemudi) yang berlaku selama 5 (lima) tahun. Karena uang yang saya bawa tidak cukup maka saya kembali ke kantor untuk melaporkan biaya tersebut kepada pimpinan saya. Perusahaan melalui pimpinan saya akhirnya menyetujui dengan jumlah biaya tersebut dengan syarat ada Kuitansi Resmi yang dikeluarkan pihak Kelurahan, karena untuk kepentingan pembukuan. Saya lantas menelepon petugas tersebut (Ibu Suharti) dan memberitahukan bahwa kalau memang biaya itu resmi dari Kelurahan maka perusahaan meminta Kuitansi Resminya.Petugas tersebut menjelaskan bahwa biaya sebesar itu SUDAH DIPUTUSKAN OLEH KECAMATAN, dan disanggupi untuk memberikan Kuitansi Resminya. Saya merasa tenang karena tidak ada masalah.Hari Kamis (8/11/2007) sesuai hari yang disepakati, saya lantas mengambil Surat Domisili tersebut sekaligus Kuitansi yang dijanjikan. Tapi alangkah kagetnya setelah saya terima. Ternyata kuitansinya hanyalah selembar kuitansi biasa dan dengan enaknya ditulisi "Sumbangan untuk Kegiatan Kelurahan". Ternyata zaman seperti ini masih ada seorang oknum PNS mencari uang dengan cara-cara keji seperti itu? Apakah benar uangnya masuk kas Kelurahan? Saya sebagai karyawan kecil akhirnya sayalah yang harus menanggung biaya tersebut karena perusahaan menolak kuitansi fiktif seperti itu.DodyJl Tebet Raya Jakartaalif354@yahoo.com8295826 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































