Kenapa Tidak Diatur Satu Arah?

Suara Pembaca

Kenapa Tidak Diatur Satu Arah?

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2007 08:47 WIB
Kenapa Tidak Diatur Satu Arah?
Keluhan
Melewati jalan Ciledug Raya setiap pagi setiap malam setiap hari menuju perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman adalah suatu perjuangan yang saya tidak tahu, apakah harus diperhitungkan atau diacuhkan saja. Yang saya tahu, kami sekeluarga, tidak sendiri menghadapi KEMACETAN lalu lintas. Karena ribuan warga kota mengalami hal yang serupa dan hampir semua dari kita sudah mengalami stres yang mengarah menjadi depresi dalam menghadapi menu harian ini.Membaca berita di media sering kali diberitakan tentang berapa banyaknya titik kemacetan sepanjang jalan itu. Rupanya titik-titik kemacetan yang kami dulu harapkan akan menjadi berkurang. Tetapi kenyataannya belakangan ini justru semakin bertambah, bukan lagi hanya merupakan titik titik kemacetan, karena tampaknya sudah menjadi sebuah garis kemacetan yang sangat mengenaskan dan memprihatinkan. Setiap hari hati saya trenyuh melihat anak anak kita yang "masih" mau dan rajin sekolah. Bagaimana caranya supaya mereka bisa merasa aman dan nyaman menjalankan kewajibannya sebagai pelajar, dan mematuhi nasihat kita dan gurunya untuk tidak terlambat masuk sekolah. Jangan sampai mereka yang masih muda belia itu mengalami stres yang kumulatif di kemudian hari. Bukankah mereka yang akan diandalkan memimpin negeri ini?Apa penyebab kemacetan itu? Mari kita sama sama saling menyalahkan karena sepertinya saat ini sudah semakin sukar menemukan sebuah pribadi yang mampu menyadari apa kesalahan diri sendiri. Kendaraan Umum yang TIDAK punya disiplin dan sopan santun berlalu lintas, bertambahnya jumlah sepeda motor yang berkendara tanpa mengenal rambu dan tata krama, bantuan petugas pengatur lalu lintas yang jumlah dan jam kerjanya masih jauh dari cukup untuk membantu mengatasi kelancaran lalu lintas, pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang lain (saluran air, gorong-gorong, jalur busway dsb.) oleh instansi dan pejabat yang berwenang yang tampaknya dibangun dengan memakai "kalkulator" versi mereka sendiri sehingga kepentingan rakyat "digit"nya sedikit sekali. Para pedagang di pasar Kebayoran Lama yang memakai sebagian besar lebar jalan untuk kepentingan mereka dan akan lebih murka apabila ada petugas yang mengingatkan apalagi memindahkan mereka. Masih banyak lagi penyebab kemacetan dan ini HANYA Jl Ciledug Raya yang saya bahas. Sekali pun banyak lagi ruas jalan baik utama, atau sekunder atau bahkan di "jalan-jalan tikus" di sekitar Jabodetabek yang semakin parah dengan datangnya musim hujan ini.Solusinya? Saya ikut prihatin juga kepada pemerintah yang punya kesulitan besar dalam mengatasi masalah kemacetan ini. Siapa pun yang memimpin kita, sejak dulu, urusan kemacetan bagai penyakit yang tak tersembuhkan yang semakin lama semakin parah. Diberi obat "jalan tol", masih sakit juga, diberi obat "pelebaran jalan-jalan utama" masih sakit juga, diberi vitamin "bis-bis patas dan transportasi pendukung lainnya, masih sakit juga malah tambah naik suhu badannya, diberi suntikan "sistem 3 in 1" masih belum sembuh juga, sekarang ditambah dosis obat dengan "busway" ... nyatanya malah sekarang mendekati koma, kalau macet pada saat "rush hour" jadi benar-benar berhenti.Bagaimana kalau kita pakai "pengobatan alternatif" saja, yang mungkin tidak ada jaminan menyembuhkan tapi setidaknya tidak menjadi koma. Siapa tahu malah segala "urat syaraf dan peredaran darah" menjadi lebih aktif dan berfungsi dengan lebih baik.Mengingat hampir semua dari kita berangkat pada pagi hari pada saat yang bersamaan, juga pulang pada sore harinya pada saat yang bersamaan. Mengapa kita tidak memanfaatkan banyaknya jalur pilihan yang dapat dilewati? Mungkin bisa saja diCOBA mengatur dengan sistem semua jalur di jalan utama dipakai SATU ARAH ke arah pusat aktifitas pada PAGI HARI dari jam 6 sampai jam 7, bagi masyarakat yang punya keperluan lain bisa pakai jalur pilihan. Begitu juga pada SORE HARI pada jam 18.00 sampai 19.00 juga dengan sistem semua jalur di jalan utama dipakai SATU ARAH, dan bagi yang punya kepentingan lain silahkan menggunakan jalur pilihan. Misalnya, pada pagi hari selama 1 jam saja, lalu lintas di jalan Ciledug Raya dibuka semua jalurnya kanan kiri untuk ke arah Kebayoran semua satu arah. Bagi yang punya keperluan lain yang jaraknya tidak sepanjang sampai Kebayoran, silahkan memakai jalur pilihan via Joglo, Srengseng, atau Pondok aren, Bintaro.Di ujung Kebayoran, mereka bisa memilih lagi, karena semua jalur dari arah Pondok Indah ke Pejompongan juga SATU ARAH selama 1 jam. Di pagi hari dan bagi yang ingin ke Pondok Indah ya silahkan memakai jalur pilihan Radio Dalam.Begitu juga untuk jalur BLOK M sampai AIR MANCUR semua jalur dibuat SATU ARAH pada pagi hari selama 1 jam dan begitu juga pada sore harinya. Tidak perlu 3 in 1. Tidak perlu joki. bagi yang punya tujuan ke Kuningan atau Grogol silahkan belok di Semanggi.Siapa tahu hal itu bisa mengurangi "rasa sakit". Yang diperlukan hanyalah kebesaran hati kita semua untuk bersama sama menjaga bagi yang sudah bisa dan meningkatkan bagi yang belum biasa untuk menerapkan DISIPLIN DAN SOPAN SANTUN BERLALU LINTAS.MeiriyantiTaman Surya Blok J - 18 Tangerangmmine2000@hotmail.com081386605212

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads