Keluhan
Saya pemegang kartu kredit Master Card ABN AMRO yang sudah terblokir untuk selamanya dengan nomor kartu 5256-4411-09xx-xxxx atas nama Febriana.Sekitar akhir bulan Juni yang lalu saya mendapatkan penawaran dari ABN AMRO kantor Juanda, Jakarta, yang menyatakan bahwa saya mendapatkan keringanan (discount) pembayaran kartu kredit saya sebesar 30% dari total tagihan saya sebesar kurang lebih Rp 4.400.xxx, yang dapat dicicil selama 3 kali dalam waktu 3 bulan.Pada tanggal 7 Juli 2007 saya melakukan pembayaran sebesar Rp 700.000 diterima oleh Bp Ridho yang mengambil uang tersebut ke rumah saya dengan tanda terima resmi dari ABN AMRO. Sisanya saya bayarkan 2 kali pada tanggal 11 Agustus 2007 sebesar Rp 1.370.000 yang diterima oleh Bp Sigit di kantor ABN AMRO Juanda Jakarta. Pada tanggal 10 September 2007 sebesar Rp 1.343.000 sebagai pembayaran terakhir atau pelunasan yang diterima oleh Bp Hendy di kantor ABN AMRO Junada Jakarta.Pada tanggal 10 September 2007 (hari itu juga) saya mendapatkan surat bukti pelunasan yang ditandatangani langsung oleh Collection Manager Bp Irwan. Saat itu dari pihak ABN AMRO mengatakan bahwa kemungkinan tagihan akan tetap datang kurang lebih 3 bulan ke depan.Karena dalam waktu 3 bulan tersebut ABN AMRO masih akan memproses secara sistem pelunasan kartu kredit saya.Oleh karena saya sudah melakukan pelunasan saya disuruh mengabaikan semua tagihan yang datang. Tetapi, ternyata permasalahannya tidak sampai di sini. Kira-kira pertengahan bulan Oktober yang lalu (sebelum hari raya Idul Fitri) saya didatangi oleh Debt CollectorAgency SMK) dengan nada marah-marah dan cara bicara yang tidak sopan mekaki-maki saya dengan kata-kata kotor.Debt Collector tersebut mengatakan bahwa saya mempunyai tunggakan kartu Kredit ABN AMRO yang totalnya mereka tidak dapat menyebutkan secara rinci. Karena saya merasa sudah melakukan pelunasan dan mempunyai bukti kuat hari itu juga saya konfirmasi ke ABN AMRO Juanda dan di-handle oleh Ibu Nanda. Saya menanyakan mengapa saya masih tetap saja didatangi Debt Collector padahal saya sudah menyelesaikan semua tunggakan Kartu Kredit saya. Saat itu jawaban dari ABN AMRO (Ibu Nanda) menyatakan bahwa ada kesalahan konfirmasi mengenai kartu kredit saya dan saat itu dari pihak ABN AMRO maupun SMK (selaku Agency penagihan Kartu kredit) telah meminta maaf kepada saya via telepon. Walaupun saya sendiri yang harus menghubungi mereka. Karena saat itu ABN AMRO dan Debt Collector sudah meminta maaf kepada saya. Saya menganggap masalah saya telah selesai.Tetapi, masalah teryata tidak selesai sampai di sini. Pada tanggal 1 November 2007 Debt Collector kembali datang ke rumah saya yang kebetulan di rumah hanya ada nenek saya. Hari itu juga Debt Collector tersebut menghubungi ke kantor saya yang menyatakan bahwa saya masih mempunyai sisa tunggakan kartu kredit yang harus segera saya bayar. Karena hari itu saya tidak membawa bukti pelunasan maka Debt Collector tersebut saya suruh datang ke kantor esok harinya (2 November 2007) untuk mengambil bukti pelunasan saya.Bagaimana ini Management ABN AMRO khususnya bagian Collection Jl Juanda Jakarta. Mengapa tidak ada konfirmasi dengan pihak Debt Collector sehingga rumah dan kantor saya selalu saja didatangi oleh Debt Collector dengan gaya ala preman yang menyatakan bahwa saya masih mempunyai sisa tunggakan kartu kredit.Dan bukankah Surat Bukti pelunasan yang sudah ditanda tangani oleh Bp Irwan selaku Collection Manager seharusnya sudah dapat dijadikan bukti pelunasan kartu kredit saya maupun sebagai bukti untuk menutup sistem tagihan yang ada di ABN AMRO. Agar saya sudah tidak lagi mendapatkan lembar tagihan yang masih tetap saja datang maupun Debt Collector yang juga masih selalu mendatangi saya dengan berbagai terornya.Harap diingat juga bahwa surat pelunasan tersebut juga sudah pernah saya fax ke kantor SMK, "Up ELSIN" atas perintah Bp Rocky (Debt Collector) dan satu hal yang terpenting adalah bahwa sampai kapan pun saya tidak akan pernah melakukan pembayaran lagi kepada ABN AMRO karena saya sudah melakukan pelunasan pembayaran dengan program discount seperti yang telah tertulis dalam surat yang dikirim oleh ABN AMRO Juanda Jakarta kepada saya. Dan saya sudah mendapatkan bukti surat Lunasnya.Mudah-mudahan ABN AMRO selalu memperbaiki sistem penagihan yang saat ini sangat amburadul dan merugikan nasabah.FebrianaJakarta Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































