Menabung di Bank NISP Jadi Tidak Nyaman

Suara Pembaca

Menabung di Bank NISP Jadi Tidak Nyaman

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 10:59 WIB
Menabung di Bank NISP Jadi Tidak Nyaman
Keluhan
Pada saat rating bank NISP sedang meningkat menjadi AA-, malah Bank NISP membuat tidak nyaman nasabahnya dengan sistem AutoDebit yang susah dipahami oleh nasabah. Apalagi moment autodebit dilakukan pada saat moment mudik lebaran di mana banyak orang mau menggunakan uang. Kronologisnya akhir bulan September 2007 saya terima salary payrol dari tempat saya bekerja melalui Bank NISP. Karena saya punya beban utang KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KTA (Kredit Tanpa Agunan) di NISP salary saya secara otomatis ke autodebit setiap bulannya melalui gaji payrol saya. Tiap bulan saya hanya mengambil sisa saldonya. Nah, pada tanggal 27 September 2007 beban KPR dan KTA sudah ter-cover dari gaji saya dan saya mengambil sisa saldo gaji semuanya di rekening saya. Kemudian tanggal 5 Oktober saya menabung kembali Rp 6 juta dengan asumsi uang bisa tersimpan dengan aman. Namun, keterbatasan Bank NISP untuk melakukan transfer ke bank lain akhirnya hari itu juga saya melakukan pengambilan di ATM sebesar 5 juta untuk saya pindah ke bank lain. Terakhir saldo ada tinggal 1 juta. Namun, cukup kaget pada saat uang dibutuhkan untuk bermudik lebaran tanggal 11 Oktober. Saya cek saldo uang yang satu juta sudah tidak ada. Hanya ada Rp 50 ribu yang bisa saya ambil. Pada waktu itu juga saya coba telepon Call Center di Jakarta. Namun, tidak bisa mengakses uang saya karena semua karyawan NISP sudah libur. Akhirnya tanggal 12 saya bisa menghubungi handphone marketing di mana saya buka rekening (NISP Tajur - Bogor). Waktu itu dengan Ibu Melany tapi jawaban sama tidak ada komentar karena sudah libur. Akhirnya saya pulang kampung dengan perasaan tidak nyaman. Ingin berbagi agak lebih dengan saudara-saudara dan keponakan di Hari Fitri di kampung jadi terhambat. Hemat saya kalau ada beban utang saya yang belon ter-cover paling tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Atau ada beban utang saya yang mesti mengendap satu kali cicilan misalnya. Tapi itu pun tidak harus terjadi karena salary payrol saya tiap bulan selalu lebih untuk autodebit. 2 kali cicilan pun kenapa harus autodebit dari tabungan di luar gaji saya. Terakhir tanggal 17 Oktober 2007 saya dihubungi Mbak Melany mencoba memberi pencerahan bahwa uang mengendap. Tapi saya malah tambah bingung karena logika saya kenapa tidak melakukan pendebitan dari sisa gaji saya bulan-bulan sebelumnya. Ujung-ujungnya saya harus membawa buku rekening tabungan untuk di-print. Sudah cape sana-sini uang tetap di-blokir. Tidak ada solusi. Cape dehhhh ... Dede SudianaJl Kepondang A4/5 Jakarta Utara delyara@yahoo.com085210208080

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads