Keluhan
Pembaca tentu sudah mengetahui bahwa perusahaan telekomunikasi berbasis CDMA bernama StarOne yang merupakan anak perusahaan dari Indosat itu tidak lagi eksis. Namun, betapa kagetnya saya ketika pada hari Sabtu (20/10/07) rumah saya didatangi oleh seorang pria bersepeda motor yang mengaku berasal dari Indosat, yang mengatakan bahwa saya mempunyai tunggakan biaya dan saya diharapkan untuk menghubungi orang tersebut secepatnya.Karena pada hari itu saya sedang sakit saya menolak untuk menemui orang tersebut. Kemudian ia menitipkan pesan melalui pembantu saya dengan menggunakan secarik kertas yang telah dirobek dari buku catatan, yang mengatakan bahwa saya diharapkan menghubungi orang tersebut (Bernama Kris Sirait) di nomor telepon yang dituliskan (bukan nomor kantor, tapi nomor HP (handphone)) mengenai "tunggakan ibu". Mohon diketahui bahwa sikap pria ini sangat tidak hormat kepada pembantu saya karena dia telah menuduh pembantu saya berbohong karena mengatakan bahwa saya tidak dapat menemui beliau.Setelah saya menerima pesan dari saudara Kris Sirait, saya tidak menggubris atau memberi perhatian lebih dan saya tidak menelepon beliau sama sekali, karena saya berharap ia akan datang lagi dan saya ingin melihat sendiri wajah orang tersebut sebagai antisipasi apabila orang tersebut memang asli karyawan Indosat. Dilihat dari sikap dan caranya meninggalkan pesan sudah terbukti sama sekali tidak terlihat sikap profesional yang seharusnya ditunjukkan oleh karyawan sebuah perusahaan besar.Memang saya dulu pengguna jasa pascabayar StarOne pada Maret 2005 hingga Januari 2006. Saya mengakhiri masa langganan saya dengan StarOne karena koneksinya yang semakin buruk dan sangat tidak bisa diandalkan. Hal ini bisa dibuktikan sendiri mengenai banyaknya keluhan di forum StarOne (http://www.mystarone.com/community) yang disampaikan oleh para pengguna jasanya. Namun, saya ingat kira-kira sebulan setelah saya mengakhiri langganan, saya ditelepon oleh Indosat dan menginformasikan bahwa karena pemutusan jasa berlangganan membutuhkan waktu 2 bulan, saya diharuskan membayar biaya penggunaan jasa StarOne 2 bulan setelah saya mengakhiri, kendati jasa tersebut tidak mungkin bisa digunakan oleh saya. Saya sudah membaca Form Aplikasi Berlangganan StarOne (yang masih saya simpan) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku, baik pada klausul VII (Pemutusan Jasa Layanan StarOne Indosat) ataupun klausul VIII. (Pemutusan Perjanjian), dan tidak ada sedikitpun informasi yang menerangkan mengenai keharusan membayar seperti itu, maka saya menolak. Menurut saya sungguh tidak masuk akal membayar sebuah jasa yang tidak dapat saya gunakan, dan setahu saya pemutusan berlangganan jasa komunikasi tidak harus membutuhkan waktu selama 2 bulan. Setelah itu saya tidak mendengar kabar dari StarOne lagi, maka saya menganggap telepon kemarin adalah tak lain dan tak bukan salah satu cara orang dalam dari Indosat untuk menghasilkan uang melalui metode yang tidak sah. Karena apabila memang benar saya mempunyai tunggakan, pihak StarOne pasti akan mengirimkan tagihan beserta perinciannya kepada saya.Hari ini, Selasa (23/10/07), pria bermotor bernama Kris Sirait tersebut mendatangi rumah saya kembali, dan sewaktu saya menemui beliau, terlihat jelas sikap tidak sopannya yang memelototi saya dan mengatakan bahwa beliau tidak bermaksud untuk 'mengemis-ngemis' kepada saya. Meskipun ia memberi salam dan menyalami tangan saya, sangat jelas sikap tersebut hanya formalitas dan basa-basi belaka. Beliau kemudian menanyakan saya mengenai tunggakan saya, dan ketika saya menanyakan tunggakan apa, ia mengatakan saya mempunyai tunggakan StarOne. Saya terus mengejar, menanyakan tunggakan StarOne mengenai apa, tapi kemudian ia tidak bisa menjawab dan langsung mengambil sebuah form dari map di dalam tasnya dan menunjukkan surat dengan kop berlogo Indosat, beserta nama dan alamat saya, dan jumlah tunggakan. Namun anehnya, tanpa perincian apa-apa.Saya kemudian menjelaskan bahwa saya sudah tidak berlangganan StarOne semenjak satu tahun lebih, dan saya sudah mengakhiri jasa layanannya langsung di gerai Indosat di Metropolitan Mall Bekasi. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak mempunyai kewajiban apapun untuk membayar tunggakan apapun karena saya sudah membayar lunas semua tagihan saya.Saudara Kris Sirait kemudian menyarankan saya untuk langsung datang ke gerai Indosat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dan saya mengiyakan, kemudian ia menanyakan gerai mana yang akan didatangi, yang menurut saya cukup aneh karena itu sama sekali tidak ada hubungannya. Saya menjawab, "Gerai Indosat di Metropolitan Mall". Kemudian ia menanyakan kapan saya akan menghubungi beliau setelah saya mendatangi gerai tersebut, yang membuat saya jengkel, karena lagi-lagi sungguh tidak masuk akal apa gunanya saya menghubungi beliau apabila saya sudah akan langsung datang ke gerai Indosat sendiri.Karena saya sudah terlanjur kesal, saya menegurnya untuk lebih sopan kalau bersikap, kemudian ia mengatakan bahwa sikap saya lebih tidak sopan karena pada kunjungannya yang pertama saya tidak mau menemui beliau, kemudian ia menuduh saya berbohong. Maka saya mengatakan supaya jangan datang lagi karena saya akan memberi tahu satpam di perumahan mengenai orang-orang seperti beliau.Yang sangat membingungkan, lagi-lagi saya tidak ditinggalkan jenis surat atau notifikasi apapun yang menunjukkan bahwa saya mempunyai tunggakan. Malahan setelah ia marah-marah kepada saya ia berbalik dan merokok di depan sepeda motornya. Tak lama kemudian iapun pergi.Mohon para Pembaca waspada akan adanya kemungkinan dari pihak penyedia jasa komunikasi yang kadang 'menyalahgunakan' data-data Anda untuk nantinya melakukan aksi pemerasan seperti yang telah saya alami - simpan semua rekening tagihan Anda dan pastikan jumlah tagihan sesuai dengan pemakaian. Baca Form Aplikasi dan Perjanjian yang berlaku dengan teliti agar Anda tidak mudah ditipu karena kebanyakan orang tidak memberi perhatian lebih dengan Syarat-Syarat dan Ketentuan yang Berlaku pada form aplikasi. Kelemahan dari pihak saya adalah saya tidak menyimpan bukti pemutusan jasa berlangganan StarOneNamun di lain pihak, sungguh aneh bahwa setelah sedemikian lamanya (1 tahun lebih) saya dirongrong oleh StarOne dan 'tukang palak'-nya yang berbau 'penipuan' dengan menggunakan nama dan alamat saya serta mengatasnamakan Indosat. Saya yakin kemungkinan besar pihak Indosat sendiri pun tidak menyadari adanya perlakuan-perlakuan buruk seperti ini terhadap para pelanggan.Saya sendiri adalah pengguna jasa komunikasi Matrix pascabayar. Namun setelah apa yang terjadi saya mulai berpikir akan lebih baik saya pindah ke pengguna jasa lain yang bisa memperlakukan pelanggan dengan hormat, sopan, dan adil.Theresia WarsitoTaman Villa Baru Bekasihug_me_tee@yahoo.com Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































