Keluhan
Hampir dua bulan lalu sekitar akhir Agustus 2007 tepatnya sekitar di atas tanggal 24, beberapa sambungan telepon rumah di wilayah RT kami mati. Ketika saya konfirmasi ke 147 dikatakan adanya kerusakan gardu STO (Sambungan Telepon Otomat) akibat ditabrak mobil.Kerusakan diakibatkan juga karena kabel primer/sekunder bawah tanah dan diharuskan menunggu dua minggu untuk perbaikan atau sekitar tanggal 10 September 2007. Karena saya tahu persis jika gardu STO itu rusak pasti memakan waktu yang lama. Dua minggu saya rasa waktu yang masuk akal. Ok.Tanggal 10 September belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi. Maka saya hubungi lagi ke 147. Dikatakan bahwa perbaikannya belum selesai dan memerlukan waktu seminggu lagi. Ya sudah nggak apa-apa yang penting nanti nyala.Tanggal 17 September masih belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi. Maka saya hubungi lagi ke 147. Dikatakan bahwa perbaikannya belum selesai dan memerlukan waktu seminggu lagi. Ya sudah, bersabar aja deh udah bulan puasa. Tanggal 24 September masih belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi maka saya hubungi lagi ke 147. Dikatakan bahwa perbaikannya belum selesai dan memerlukan waktu seminggu lagi. Wah udah mulai nggak beres nih.Awal Oktober masih belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi maka saya hubungi lagi ke 147. Dikatakan bahwa perbaikannya belum selesai dan memerlukan waktu seminggu lagi (sekitar tanggal 10). Saya sampai pesan-pesan sama Customer Service (CS) 147 untuk meng-follow up ke Telkom Depok mengingat Lebaran kurang dua minggu lagi. Wah, saya sudah mulai ragu atas estimasi Telkom.Sekitar tanggal 10 Oktober masih belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi maka saya hubungi lagi ke 147. Saya memohon sekali agar telepon bisa aktif segera. Mengingat lebaran tinggal 3 hari lagi. Dan CS 147 bilang orang lapangan akan bekerja atau masih bekerja hingga besok sore. Kali ini saya yakin estimasi Telkom akan gagal total kalau pas lebaran akan nyala.Hari ini tanggal 17 Oktober sama sekali belum ada tanda-tanda telepon akan berfungsi. Seperti biasa saya menghubungi lagi ke 147. Ya, sama seperti 6 telepon sebelumnya. Jawabannya seminggu lagi atau nanti tepat ulang tahun ke-2 bulan atas matinya sambungan telepon di daerah kami. Cape deh.Alhasil selama dua bulan sambungan telepon di rumah mati. Pengeluaran semakin besar karena harus menggunakan HP GSM (handphone global system for mobile communications) untuk berkomunikasi. Beberapa waktu lalu (menurut istri saya yang di rumah) ada orang Telkom yang menawarkan pasang baru ke tetangga yang teleponnya mati juga. Saya bilang saya akan menolak karena kerusakan ini ada di Telkom bukan di kita. Kalaupun harus pasang baru Telkom Depok harus mengeluarkan surat resmi yang menyatakan Telkom tidak sanggup/bisa memperbaiki STO yang rusak sehingga harus ganti dengan pasang baru.Saya tidak mengerti. Di Telkom banyak sekali Sumber Daya Manusia (SDM) handal tetapi untuk mengatasi hal ini saja Telkom kelabakan. Di sisi lain jelas akan mengurangi pendapatan pihak Telkom mengingat 1 STO dapat memuat sekitar 1.000 sambungan satuan telepon. Jika rata-rata 1 SST (Satuan Sambungan Telepon) membayar rata-rata Rp 100.000 dikalikan 1.000 SST dikali 2 bulan maka Telkom akan kehilangan pendapatan sekitar 200 juta. Itu estimasi saya wong estimasi Telkom aja bisa salah apalagi estimasi saya. Saya jadi ragu apa benar STO-nya rusak. Menurut saya kalau sampai diperbaiki dua bulan pasti STO-nya hancur lebur bukan cuma rusak.Kalau saja pihak lembaga keuangan atau perbankan tidak mewajibkan setiap nasabah harus mempunyai fixed line mungkin lebih baik saya coba ganti Telkom dengan BTel. Untuk Bapak-bapak petinggi Telkom Depok mohon perhatiannya. Coba Bapak-bapak cek ke lapangan jangan mau menerima laporan dari selembar kertas atau lisan doang. Mengingat libur lebaran sudah selesai. Terima kasih.RoniJl Margonda Raya Gg Ciliwung 2 No 22 RT/RW 02/01 Kemiri Muka Depok 16423ronny_alexander@app.co.id021 7751278, 081317574520 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































