Keluhan
Sudah sejak 1998 saya selalu memakai produk Telkomsel. Bulan Agustus kemarin dari adanya penawaran "DIJUAL no cantik" saya tertarik membelinya dan nomor itu dalam keadaan nomor abonemen. Setelah saya menyerahkan dokumen KTP dll. akhirnya pada awal bulan September nomor tersebut saya terima dan aktivkan. Lalu saya cek di 111 dan memang tagihan dll., sudah betul sesuai dengan nama dan alamat saya di Tangerang.Namun, 1 minggu kemudian ada telepon dari seseorang yang mengaku staf Telkomsel Cijantung (inisial DD) yang mengatakan nomor telepon yang saya punya akan diblokir karena nomor bermasalah. Sebelumnya adalah nomor bukan abonemen (yang menurut dia chip-nya yang lama masih tersimpan di gudang arsip dia dan minta saya untuk mengembalikan nomor tersebut). Lalu saya meminta dengan jelas agar Telkomsel memberikan surat resmi kepada saya. Nanti akan saya pelajari terlebih dahulu dan akan saya tanyakan kepada orang yang lebih tahu. Saya tunggu sampai akhir bulan orang tersebut menelepon saya lagi dan bilang untuk segera mengembalikan nomor saya tersebut. Saya menjawab bahwa saya membeli nomor tersebut dengan uang. Kalaupun benar bagaimana ganti ruginya. Saya tetap mengotot bahwa nomor tersebut sudah resmi milik saya. Bagaimana Telkomsel malah merugikan pelanggan? Tidak lama kemudian berganti dengan seorang staf lain inisial EK dan meminta untuk saya bertemu serta meminta nomor saya untuk dikembalikan. Saya hanya berpikir apakah ini betul aturan dari Telkomsel. Saya mengatakan tolong terbitkan surat resmi dulu dari Telkomsel (tanggal 30 Agustus). Namun, sampai hari ini tidak ada surat satu pun dari Telkomsel. Saya ingin menanyakan:- Apakah benar itu aturan dari Telkomsel?
- Nomor tersebut sudah resmi milik saya dan dokumen saya sudah lengkap. Logikanya jika saya bermasalah tentu Telkomsel tidak mengaktifkan nomor tersebut. Saya pun sudah disurvei. Mengapa saya sebagai pelanggan yang dikorbankan.
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































