Busway Pondok Indah: Solusi yang Lebih Simpatik

Suara Pembaca

Busway Pondok Indah: Solusi yang Lebih Simpatik

- detikNews
Senin, 17 Sep 2007 13:59 WIB
Keluhan
Mungkin yang dipermasalahkan warga Pondok Indah bukan cuma soal keteduhan. Tetapi, juga polusi, kemacetan, dan keamanan berlalu lintas. Karena biar pun merupakan jalan raya yang ramai tetap saja Pondok Indah adalah kawasan perumahan.Kita semua tahu apa yang terjadi dengan jalanan yang dilintasi oleh busway yaitu semakin parah kemacetannya. Coba lihat jalan Jenderal Sudirman. Atau jalan-jalan lain yang dilintasi atau terpotong oleh lintasan busway. Jalan Simatupang contohnya. Setelah terpotong lintasan busway Ragunan semakin menjadi macetnya. Itu terjadi karena terkena imbas kemacetan yang terjadi di jalan Ragunan dan Mangga Besar (Pasar Minggu).Kenapa begitu. Tentu saja karena beberapa lintasan busway (kalau tidak bisa dibilang semua) selalu memakan badan jalan yang sudah ada sebelumnya. Rumusannya sudah pasti. Bila volume yang sama diberi tempat yang lebih kecil sudah pasti luber ke mana-mana.Benar. Sebagian masyarakat menjadi tertolong dengan adanya busway. Tetapi, bagaimana dengan masyarakat yang sebagian lagi. Contohnya warga Pondok Indah. Mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa tinggal di kawasan tersebut. Tentunya menginginkan kenyamanan dan keamanan di wilayah tempat tinggalnya.Atau lebih luas lagi bagaimana dengan para pengguna kendaraan bermotor lainnya. Mereka tentu juga ingin kenyamanan berkendara alias bebas macet. Tidak sedikit lho pajak yang harus dibayar oleh para pemilik kendaraan bermotor ini setiap tahunnya. Tentu mereka juga tidak mau dianaktirikan dan ingin mendapatkan haknya sebagai pembayar pajak yang taat.Mungkin sebaiknya dipertimbangkan lagi solusi yang lebih simpatik untuk masalah angkutan umum ini. Yang menguntungkan dan memberi kenyamanan untuk semua.F MaruliJl Margasatwa No 62 Pondok Labu Jakarta Selatanfmaruli@yahoo.com08881051019

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait