Keluhan
Jumat malam, 14 September 2007 saya baru merasakan membayar makanan yang tidak wajar. Bertempat di Jalan Samanhudi (Jl Krekot Raya), sebelum Pasar Baru, banyak berderet warung makan tenda di pinggir jalan. Salah satunya tempat makan "SINAR KOTA 52". Dengan suasana yang sepi, pemiliknya dengan wajah tidak ramah, saya memesan 2 paha ayam Rp 22.000, 2 tempe Rp 6.000, lalapan (sebuah tomat, 1/2 potong timun, daun kemangi, daun selada 3 lembar) Rp 7.000, emping sepiring ukuran 15 cm Rp8000, 2 nasi uduk Rp 10.000, 3 potong otak-otak Rp 9.000, 1 es teh Rp 2.000, 1 es teh manis Rp 4.000, 2 sambel terasi Rp 2.000.Yang menjadi masalah adalah: - Lalapan saya tidak meminta, tapi dikasih dan ternyata harus membayar pada saat selesai makan.
- Emping saya jugak tidak memesan, tapi dikasih dan harus membayar seharga Rp 8.000 untuk porsi sepiring diameter 15 cm.
- Sambel terasi sepiring kecil ternyata juga harus membayar. Padahal di tempat makan lain tidak dikenakan biaya.
- Harga otak-otak yang tidak wajar. Hanya 3 potong dikenakan Rp 9.000 (jauh lebih murah dan enak dan lebih higienis di Es Teler 77 karena saya sering membeli otak2-otak di Es Teler 77).
- Harga es teh tawar dan es teh manis yang mahal untuk ukuran di tenda pinggir jalan. Masih lebih baik membeli di restoran dalam mal.
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































