Thai AirAsia Sombong & Diskriminatif

Suara Pembaca

Thai AirAsia Sombong & Diskriminatif

- detikNews
Jumat, 31 Agu 2007 14:57 WIB
Thai AirAsia Sombong & Diskriminatif
Keluhan
Kejadian ini berawal ketika kami sekeluarga melakukan travelling ke beberapa negara di Asean dengan menggunakan Maskapai AirAsia. Rencana kami semua berjalan lancar. Mulai ke Johor Bahru, Kuala Lumpur, Singapore, Bangkok, hingga ke Krabi. Pada tanggal 21 Agustus 2007 ketika kami hendak kembali dari Bangkok pada penerbangan pukul 07.05 dengan maskapai AirAsia terjadilah peristiwa yang sangat mengecewakan 6 orang penumpangnya.Berikut adalah kronologis kejadiannya:
  1. Saya dan istri berangkat dari hotel sekitar pukul 04.30 pagi dan sampai di Airport Bangkok sekitar pukul 05.45
  2. Sesampainya kami di Airport kami langsung melakukan proses check-in yang memakan waktu cukup lama sekitar 25 menit dikarenakan antrian penumpang yang sangat panjang.
  3. Sekitar pukul 06.10 kami langsung menuju bagian Imigrasi untuk proses custom ternyata tanpa diduga antrian di loket Imigrasi sangatlah panjang dan per loketnya hanya dijaga oleh 1 orang petugas imigrasi. Seharusnya per loket dijaga oleh 2 petugas namun karena masih pagi maka petugasnya pun belum banyak yang datang.
  4. Untuk antrian All Passport disediakan kurang lebih 7 loket antrian yang semuanya dalam kondisi penuh.
  5. Begitu lambatnya petugas imigrasi tersebut menjalankan tugasnya. Alhasil kami terjebak di dalam antrian kurang lebih 45 menit.
  6. Begitu kami melewati pos imigrasi kami harus jalan lagi menuju Gate E yang perjalanannya kurang lebih memakan waktu 10 menit dengan jalan kaki yang agak sedikit ngebut, mengingat besarnya airport tersebut.
  7. Kami sampai di depan Gate E kurang lebih pukul 07.06 yang artinya kami telat 1 menit dari jadwal penerbangan yang ditentukan oleh Airlines.
  8. Dengan 4 orang penumpang lainnya kami hanya selisih 1 menit kedatangannya dan kami adalah penumpang yang paling terakhir sampai di Gate tersebut.
  9. Ternyata ke 4 orang tersebut (2 orang lokal, dan 2 orang Surabaya) sudah ditolak mentah-mentah oleh petugas AirAsia yang menyatakan bahwa pilot tidak mau menunggu 6 orang yang ketinggalan naik pesawat tersebut termasuk kami berdua.
  10. Dengan nada sombongnya kedua orang petugas AirAsia tersebut menyebutkan bahwa kami berenam tidak dapat naik ke pesawat. Kami berenam sudah mencoba menjelaskan bahwa kondisi di antrian Imigrasi sangatlah panjang dan lama sekali. Namun, petugas tersebut hanya mengatakan "Sorry, please complaint to Immigration, we can't do anything to help you, you already missed you plane".
  11. Alhasil perdebatan kami berenam tidak membuahkan hasil apapun dan mereka mengantarkan kami kembali ke petugas imigrasi untuk membatalkan Departure Card kami, dan kami disuruh membeli lagi tiket pesawat yang baru untuk menuju Singapore yang harganya cukup mahal.
  12. Kami mencoba melakukan komplain ke petugas imigrasi, namun petugas tersebut hanya mengatakan Anda bukan orang pertama yang diperlakukan seperti ini. Sudah banyak sekali orang yang dikecewakan oleh AirAsia. Sebaiknya Anda langsung komplain saja ke AirAsia.
  13. Dengan rasa pasrah dan kecewa akhirnya kami menyerah. Kami membeli lagi tiket pesawat berikutnya menuju Singapore dengan maskapai AirAsia lagi karena flight lainnya sudah penuh. Dan yang lebih kasihan lagi kedua orang dari Surabaya ini harus membatalkan seluruh flight-nya dari Batam-Jakarta dan dilanjutkan ke Surabaya gara-gara ketinggalan pesawat yang pagi menuju Singapore ini. Bisakah Anda membayangkan berapa kerugian yang ia harus tanggung akibat penolakan tersebut. Kami mengambil kesimpulan sepertinya mereka mengubah jam keberangkatan lebih cepat 10 menit dari jadwal sebenarnya karena sudah ada 4 orang lebih dulu yang sudah ditolak keberangkatannya dibandingkan dengan kami berdua tanpa konfirmasi apapun ke penumpangnya. Karena hal tersebut kami alami pada saat kami berangkat ke Krabi dari Bangkok beberapa hari sebelumnya, mereka take off lebih cepat 15 menit dari yang dijadwalkan.
  14. Akhirnya kami membeli lagi tiket ke Singapore pada 11.40, akhirnya kami masuk ke bus yang membawa kami menuju ke pesawat pada pukul 11.35. Inilah yang sangat mengecewakan kami bahwa ternyata kami harus menunggu sekitar 15 menit karena ada penumpang Bule yang berjumlah 1 orang yang belum masuk ke dalam bis tersebut. Dan petugas AirAsia memperbolehkan orang Bule tersebut untuk dapat terus terbang dengan mengorbankan keterlambatan jam take off yang sudah direncanakan.
Pertanyaannya adalah:
  • Mengapa kami sebanyak 6 orang Asia ditolak mentah-mentah pada saat ingin boarding dengan hanya telat 1 menit dari jadwal take off dari yang direncanakan sedangkan kami harus menunggu orang Bule yang hanya berjumlah 1 orang selama hampir 15 menit di dalam bus.
  • Apakah ada perbedaan perlakuan pelayanan antara orang Asia dengan orang orang-orang Bule. Karena kami melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pihak Thai AirAsia lebih bersikap manis kepada penumpang-penumpang orang Bule dibandingkan dengan orang-orang dari Asia.
Sekedar informasi bahwa kami adalah pelanggan setia AirAsia dari semenjak masih menggunakan nama Awair di Indonesia. Kami selalu terbang dengan maskapai ini karena kami anggap pelayanannya jauh lebih baik dari maskapai bertarif murah lainnya di Indonesia. Harganya juga sangat ekonomis. Namun, kami sangat kecewa dan sakit hati atas pelayanan yang diberikan oleh Thai AirAsia dengan sikap sombongnya itu. Kami berharap akan mendapatkan penjelasan dari pihak AirAsia atas komplain ini.LuckyJl Cempaka Baru No 65 RT 06/06 Jatiwaringin Pondok Gede Bekasihatamsyah@yahoo.com08121072574

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads