Keluhan
Saya pelanggan Esia dengan jenis layanan prabayar. Saya ingin menyampaikan beberapa keluahan yang terjadi selama saya memakai Esia. Berikut kronologis kejadiannya. Pertama pada bulan Agustus 2006 tepatnya tanggal 22/23 Agustus 2006, salah satu Customer Service Esia menghubungi saya (saya lupa namanya, kalau tidak salah, bernama Erni), dikatakan bahwa saya mendapatkan program "untung dua kali" di mana dengan membeli kartu perdana dengan harga hanya Rp 45,000 sudah mendapatkan nomer "cantik" plus gratis SMS senilai Rp 150,000 ditambah Asurandi Jiwa CIGNA senilai Rp 30,000,000. Pada saat itu saya berminat dengan penawaran tersebut dan saya minta untuk dikirimkan kartu perdana tersebut ke kantor saya pada tanggal 28 Agustus 2006. Pada tanggal 27 Agustus 2006 malam, dalam keadaan sakit saya menghubungi Customer Service Esia untuk menunda pengiriman tersebut. Kemungkinan tanggal 28 Agustus 2006 saya tidak masuk kerja sehingga dapat menyebabkan pengiriman tersebut tidak dapat langsung saya terima. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa jawaban dari pihak Esia sama sekali tidak memuaskan hati saya dan seakan-akan melemparkan tanggung jawab dengan mengatakan bahwa untuk pengiriman tersebut tidak dilakukan oleh pihak Esia tetapi oleh Asuransi Cigna. Kemudian pada Tanggal 28 Agustus 2006 pagi, saya mencoba untuk menghubungi Asuransi Cigna (diterima oleh Ibu Nira) dan ternyata jawaban dari Asuransi Cigna sama sekali bertolak belakang dengan jawaban dari pihak Esia yang sehari sebelumnya saya telepon tersebut. Ibu Nira mengatakan bahwa untuk urusan pengiriman tidak dilakukan oleh pihak Cigna tetapi oleh pihak Esia. Setelah mendapat jawaban dari pihak Cigna tersebut, dengan perasaan kesal dan emosi, saya kembali mencoba menghubungi Esia untuk mengkonfirmasi mengapa tidak ada koordinasi antara Esia dan Asuransi Cigna untuk masalah pengiriman kartu perdana tersebut. Saat itu Ibu Vitri yang menangani komplain saya dan dijanjikan bahwa masalah tersebut akan ditanganinya sampai selesai.Keesokan harinya, tanggal 29 Agustus 2006 kurir Esia datang mengirimkan kartu perdana tersebut ke kantor saya. Tetapi, saya kecewa. Nomor perdana yang diserahkan tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh Esia. Nomor yang diberikan ternyata bukan nomor cantik tapi nomor yang berantakan (021) 98672738 dan polis Asuransi Cigna hanya berupa fotokopi. Saat itu saya merasa tertipu.Saya baru mengaktifkan kartu perdana tersebut pada tanggal 12 September 2006, sesuai perjanjian pihak Esia saat itu bahwa ada gratis SMS senilai Rp 150,000. Ternyata hal tersebut bohong belaka karena setelah saya coba untuk mengecek pulsa melalui SMS nomor 555, di sana tertera pulsanya hanya senilai Rp 20,000. Saya cek pulsa ke nomor lama saya, juga tidak ada penambahan pulsa senilai Rp 150,000 seperti yang dijanjikan Esia.Tanggal 13 September 2006 saya menghubungi Customer Service Esia dan diterima oleh Dina. Menurut penjelasannya, gratis SMS Rp 150,000 itu bukan menambah nilai pulsa tetapi apabila saya mengirimkan SMS tidak akan mengurangi nilai pulsa. Dan pada saat itu juga saya langsung mencoba SMS ke rekan saya. Ternyata SMS tersebut mengurangi pulsa saya dan saat itu juga saya kembali menghubungi Customer Service Esia (saya minta untuk ditangani oleh Ibu Dina lagi, saya tidak mau ditangani oleh yang lain). Saat itu Dina mengakui bahwa SMS yang saya kirim memang mengurangi jumlah pulsa. Dan solusinya Esia akan mencoba untuk memproses masalah tersebut dan dijanjikan maksimum 2 hari. Untuk masalah SMS sudah terselesaikan. Tetapi, untuk nomer perdana yang bukan nomor cantik dan fotokopi polis Asuransi Cigna saya merasa tertipu.Esia kembali bermasalah pada tanggal 27 Agustus 2007. Tepatnya malam ketika saya melakukan pengisian pulsa sebesar Rp 50,000 dan saya baru menggunakan beberapa kali SMS dan telepon ke mentari 0815720XXXX. Juga sempat menghubungi ke 081700XXXXX (tidak diangkat). Pada tanggal 29 Agustus 2007 saya terima SMS dari Esia (555) yang isiny "Saldo Talktime anda: Rp. 0, masa aktif s/d 11 Oct 2007" dan saat itu juga saya langsung menghubungi Esia dan diterima oleh Ibu Ria. Saya komplain mengenai masalah pencurian pulsa yang dilakukan Esia, dan Ibu Ria mengakui kalau dari saya hanya memakai ke 1 kali ke nomor 0815720XXXX (kurang dari 2 menit) dan saldo talktime saya masih Rp 45,000-an. Komplain saya akan diproses dan saya disuruh menunggu 1 s/d 3 hari kerja. Saya tidak mau harus menunggu sampai 3 hari kerja, saya minta hari itu juga masalah tersebut diselesaikan. Sore harinya saya hubungi Esia lagi dan diterima Ibu Alma serta dikatakan masalah tersebut sedang diproses, diminta menunggu 1 s/d 3 hari kerja. Tanggal 30 Agustus 2007 saya kembali menghubungi Esia diterima Ibu Eli dan mendapat jawaban bahwa tanggal 29 Agustus 2007 sudah menghubungi ke nomor 081700XXXXX yang mengakibatkan saldo saya 0, dan saya tidak terima dengan penjelasan yang tidak masuk akal tersebut. Tanggal 29/8/2007 saya hubungi ke nomor 081700XXXXX tetapi tidak diangkat, dan pada tanggal 29/8/2007 Ibu Ari sudah mengakui kalau saya benar hanya menghubungi ke nomor 0815720XXXX dan bicara kurang dari 2 menit. Saya minta kepada Ibu Eli, saya mau bicara dengan supervisor atau manager untuk menangani masalah tersebut. Tetapi, saya mendapat jawaban "yang bersangkutan tidak ada". Menurut saya, mengapa para atasannya tersebut berani memegang jabatan itu kalau tidak berani menghadapi keluhan pelanggan. Kemudian saya ditanggapi oleh Bapak Hari Koordinator Customer Service, dan jawaban serupa kembali saya terima bahwa saya telah menghubung nomor 081700XXXXX yang mengakibatkan saldo saya 0. Saya merasa kecewa dan bosan dengan pelayanan Esia yang mencari penghasilan dengan penipuan dan pencurian pulsa. Saya minta kepada Esia untuk lebih jujur dalam mendapatkan pelanggan dan mencari penghasilan. Belajar bagaimana memuaskan para pelanggan dan dapat memberikan solusi yang baik terhadap keluahan dari para pelanggannya. Jangan hanya iklan anda yang muluk-muluk tetapi selalu mengecewakan pelanggannya. Aris YuliantoGedung Manggala WanabaktiAries1607@yahoo.com(021) 92 64 65 67 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































