Pengecer Majalah Globe Asia Menipu

Suara Pembaca

Pengecer Majalah Globe Asia Menipu

- detikNews
Rabu, 29 Agu 2007 16:10 WIB
Pengecer Majalah Globe Asia Menipu
Keluhan
Pada Senin, 27 Agustus 2007, saya melakukan dinas luar kantor di kawasan Jl Bangka, Jakarta Selatan (kantor saya sendiri berada di daerah Jakarta Timur). Saya terjebak kemacetan di Jl Pattimura, Kebayoran Baru, pada sekitar pukul 12.20 WIB.Dalam suasana kemacetan, ada seorang pedagang asongan yang menawarkan salah satu majalah kelas internasional (skup Asia), yaitu majalah Globe Asia. Terus terang, saya sendiri baru mengetahui majalah tersebut dari salah satu harian surat kabar. Edisi Agustus Majalah Globe Asia membahas topik menarik, yaitu tentang peringkat "orang-orang terkaya di Indonesia". Harga majalah itu pun juga saya tidak mengetahuinya. Tetapi karena rasa ketertarikan saya saya menanyakan harga majalah itu pada pedagang asongan yang menawarkan majalah itu ke saya. Pedagang asongan itu mengatakan bahwa harga majalah Globe Asia edisi Agustus itu adalah Rp 75.000. Pedagang itu pun memperlihatkan harga yang tertera pada cover majalah itu. Saya agak percaya juga, karena saya sendiri (beberapa waktu yang lalu) baru membeli sebuah majalah bisnis kelas nasional, dengan edisi khusus seharga Rp 52.500. Yang ada di benak saya, untuk majalah kelas internasional berbahasa Inggris meskipun skup-nya Asia, saya merasa harga tersebut cukup worthed, meskipun agak sedikit kemahalan juga. Kemudian (dengan bermaksud menguji kebenaran harga majalah tersebut) saya bertanya pada pedagang itu, apakah harganya bisa ditawar. Ternyata, pedagang itu mengatakan bisa. Kami pun melakukan tawar-menawar, dan tercapai harga kesepakatan yaitu Rp 40.000. Setelah saya mendapatkan majalah itu, masih ada keraguan di benak saya, kok majalah kelas internasional edisi baru bisa ditawar?. Kemudian saya langsung membuka plastik majalah itu, dan melihat dengan jelas harga yang tertera pada covernya. Saya melihat ada garis putih kecil memanjang ke arah kanan di samping bawah angka 7 pada harga majalah itu. Saya bertanya pada teman saya, dan teman saya meyakinkan bahwa itu adalah angka 7. Tetapi saya seperti masih tidak percaya, dan saya coba korek angka itu. Ternyata hal yang tidak diduga terjadi, angka 7 yang terdapat pada harga majalah itu, ternyata merupakan ANGKA 2. Dan harga majalah Globe Asia tersebut ternyata adalah Rp 25.000 !!! Saya kaget, dan saya merasa telah ditipu. Oleh sebab itu, dengan ditemani oleh teman saya, saya langsung berinisiatif untuk turun dari mobil, untuk melabrak pedagang asongan itu (karena posisi mobil saya tidak begitu jauh dari tempat di mana saya membeli majalah itu, dan saya menyuruh supir saya untuk putar balik). Kemudian saya langsung berlari ke arah pedagang itu, dan saya pun mendapati pedagang yang menjual majalah Globe Asia itu kepada saya. Saya langsung tegur dia dan meminta uang saya dikembalikan, pedagang itu pun langsung mengembalikan uang saya. Kemudian saya mengembalikan majalah itu kepada pedagang asongan tersebut, sambil mengatakan, "Kamu mau menipu saya yah?", dengan nada agak takut, pedagang itu pun menjawab, "Ngga Mba, itu sudah dari sananya." Kemudian saya langsung mengeluarkan kamera digital saya, dan hendak mengambil fotonya. Tetapi pedagang itu mengelak, sambil sedikit berlari dan berkata, "Ngga Mba, itu sudah dari sananya." Saya agak mengejarnya, dan berhasil juga mengambil fotonya, meskipun dia menutupinya dengan majalah. Karena dilihat saya sudah sangat marah, dia langsung berlari dan tidak kelihatan lagi. Kemudian mobil saya pun langsung datang menjemput saya dan teman saya. Setelah itu, tidak jauh dari lokasi kejadian tadi, karena situasi jalan masih macet, datang lagi seorang pedagang asongan yang menawarkan majalah yang sama. Kemudian saya coba bertanya harga majalah Globe Asia edisi Agustus 2007 itu, kemudian pedagang itu mengatakan harga yang sama juga yaitu Rp 75.000 !!!.Kemudian saya langsung mengeluarkan kamera digital untuk memotret pedagang itu, dia pun langsung berlari menjauh. Tidak berapa jauh dari lokasi itu, mobil kami sampai di depan lampu merah Jl. Pattimura. Kami melihat salah satu pedagang asongan majalah Globe Asia duduk sendiri di dekat pohon besar sambil mengawasi keadaan (melihat ke kanan dan ke kiri). Ternyata, kami melihat pedagang itu mengeluarkan majalah Globe Asia edisi Agustus 2007 dan MENCORET ANGKA 2 DENGAN TINTA BALLPOINT WARNA HITAM, sehingga angka yang menunjukkan harga majalah tersebut seolah-olah adalah ANGKA 7!!! Sungguh sebuah penipuan yang sangat terencana dengan baik di kalangan pedagang asongan di daerah Jl. Pattimura tersebut. Dengan memanfaatkan situasi kemacetan dan lokasi daerah elite, sekelompok para pedagang asongan di daerah itu menggunakan kondisi yang ada sebagai "ladang uang" bagi mereka. Saya sangat kecewa terhadap kejadian itu, dan sampai di kantor, saya langsung menelepon kantor majalah Globe Asia. Tetapi, customer servicenya mengatakan bahwa sebaiknya saya menghubungi bagian sirkulasi majalah tersebut di nomor yang berbeda. Memang customer service-nya menanyakan saya bekerja di mana, tetapi dia sama sekali tidak mencatat data diri saya, dan malah menyuruh saya untuk menghubungi sendiri bagian sirkulasinya. Saya sangat kecewa sekali terhadap pelayanan customer service majalah Globe Asia yang bernama Sisil. Seharusnya, sebagai seorang customer service, dia harus dengan cepat menanggapi komplain dari konsumen. Setelah itu, saya melihat pada harian Kompas hari Selasa tanggal 28 Agustus 2007, iklan majalah Globe Asia yang akan terbit untuk edisi bulan September. Dan saya mendapati, bahwa iklan tersebut memang tidak memberitahukan harga eceran majalah Globe Asia tersebut. Oleh sebab itu saya menghimbau, agar majalah Globe Asia lebih tanggap terhadap masalah seperti ini. Untuk majalah kelas internasional, rasanya sangat perlu sekali memperhatikan aspek-aspek yang telah saya utarakan seperti kronologis di atas, agar Brand Image majalah Globe Asia juga dapat terjaga dengan baik.Intan Rosaria, SE.Komplek PT HIIKelapa Gading Jakarta UtaraEmail : intan_rosaria@yahoo.com_______________________________

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(bdi/bdi)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads