Keberatan Tarif Flat JORR

Suara Pembaca

Keberatan Tarif Flat JORR

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 10:22 WIB
Keberatan Tarif Flat JORR
Keluhan
Sehubungan akan diberlakukannya tarif flat tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) I yang sementara ini baru ruas Rorotan - Veteran/Ulujami yang terbangun yang berkisar sekitar Rp 6,000,00-an, saya selaku warga Bintara Bekasi Barat sangat berkeberatan. Terutama dengan metode penghitungan tarif flat untuk ruas ini. Diperkirakan dengan kenaikan ini akan menambah pengeluaran rumah tangga saya sekitar RO 280,000,00 sebulan hanya untuk membayar naiknya ongkos tol. Jumlah yang sangat berarti dan akan lebih berguna jika dana tersebut dipakai sebagai tabungan atau asuransi pendidikan atau kesehatan untuk keluarga saya. Dari manakah dasar penghitungan tarif ruas JORR I ini. Apakah hanya untuk menutup kerugian atas kelambatan pembangunan tol sehingga diberlakukan tarif flat ini. Saya pernah mendapatkan data untuk tol Cikampek dari ruas Bekasi Barat ke Pondok Gede Timur. Lintas harian rata-rata (LHR) sekitar Rp 150,000,00. Sedangkan TMII ke tol dalam kota juga sekitar Rp 100,000,00. Tarif tol JORR I direncanakan flat Rp 6,000,00. Apakah justru tidak merugikan jika nantinya JORR I komplet terbangun. Berkendara dari TMII ke Kamal misalnya hanya Rp 6,000,00. Atau memang akan ada rencana kenaikan lagi di masa datang yang mungkin untuk keseluruhan JORR I bisa jadi di atas Rp 10,000,00 jika berdasarkan tarif tol sekarang Rp430/km. Padahal jika diukur ruas tol JORR I dari Priok sampai Kamal Bandara adalah lebih dari 40 km. Tarif non flat untuk JORR I adalah yang terbaik. Semua pembayaran berdasarkan jarak yang ditempuh. Mungkin jika memang harus flat, flat dihitung berdasarkan seksi tol interkoneksi. Misalnya untuk Rorotan/Priok - Cikunir 2500, Cikunir TMII 2500, TMII Veteran 5000. Total tarif sudah Rp 10,000,00. Dari usulan saya ini bisa dilihat justru akan sangat menguntungkan jika dihitung tarif seperti ini. Mohon kiranya tim perumus tarif tol baik dari BPJT, PU, Jasa Marga, dan pakar transportasi bisa merumuskan tarif yang tidak merugikan semua pihak. Selain data ilmiah dan statisitik juga mohon dipakai nurani dalam merumuskan tarif tol ini. Surat ini juga saya tujukan kepada Bapak Menteri PU Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.HE. Ingat tol itu dibangun dari uang Rakyat walaupun berhutang ke luar negeri. Tetapi, rakyat juga yang akan membayarnya. Eko S NugrohoBintara Loka SS4/7 Bekasi eko.s.nugroho@gmail.com08158894869

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads