Uang Pecahan Kecil Dihapus Saja

Suara Pembaca

Uang Pecahan Kecil Dihapus Saja

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 07:45 WIB
Keluhan
Sudah terlalu sering rasanya saya mendengar komplain dari costumer atau para pembaca media dengan berbagai alasan matematis mengenai uang kembalian pecahan Rp. 25,- atau Rp. 50,- bahkan Rp. 100,- yang diganti dengan permen saat mereka berbelanja di hypermart-hypermart. Rupanya mereka jauh lebih memilih kembalian dalam bentuk uang daripada permen.Tetapi jika kita mau berpikir lebih jernih, mungkin kita memang lebih baik berterima kasih daripada mengeluh dengan tindakan hypermart-hypermart yang mengganti uang kembalian dengan permen tersebut. Coba saja kita lihat kenyataan yang ada. Saat ini bisa dibilang pecahan Rp. 25,- dan Rp. 50,- sudah tidak laku. Terutama di kota-kota besar. Bahkan untuk membeli sebutir permen sekalipun. Jangankan untuk membeli permen, bahkan pengemis pun membuang uang pecahan tersebut! Di area penjual-penjual makanan di sebelah kantor saya bisa ditemui ratusan keping pecahan Rp. 25,- dan Rp. 50,- yang bertebaran di tanah dan terinjak-injak. Sungguh ironis. Dalam beberapa kesempatan dan situasi yang memungkinkan (sepi atau tidak ada orang), sekadar iseng-iseng saya sering bertindak ala Gober Bebek yang suka memungut kepingan uang yang terjatuh atau ditemui di jalanan. Di satu sisi, mungkin terlihat kemaruk. Tapi di sisi lain, cobalah kita pandang dari segi positif. Setidaknya saya merasakan sendiri segi positifnya itu. Saat ini kepingan-kepingan Rp. 25,- dan Rp. 50,- yang saya kumpulkan sudah mencapai Rp. 975.675,- ! Itu hanya sekedar iseng yang saya lakukan di sekitar rumah dan kantor saya. Bisa dibayangkan berapa nilainya jika seluruh kepingan Rp. 25,- dan Rp. 50,- itu dikumpulkan dari seluruh Indonesia.Oleh karena itu, mungkin ada baiknya Bank Indonesia meninjau kembali untuk menerbitkan pecahan Rp. 25,- dan Rp. 50,- atau bahkan menariknya dari peredaran sehingga pecahan terkecil yang ada hanya pecahan Rp. 100,-. Daripada buang-buang uang untuk membuat kepingan-kepingan uang recehan itu? Sepanjang pengetahuan saya, biaya untuk membuat satu keping uang pecahan lebih mahal daripada nilai uang pecahan itu sendiri. Mengenai harga-harga barang yang masih sering menggunakan angka ganjil (misal Rp. 1.120,- atau Rp. 9.275,- atau Rp. 5.710,-), serahkan saja pada mekanisme pasar. Toh masih banyak barang-barang yang masih dijual dengan angka-angka ganjil seperti itu tapi uang pecahan Rp. 10,- sudah tidak ada di peredaran.Yoshim.yusufzakaria@bni.co.id021987654321

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads