Gedung Tertinggi Tak Retak Digoyang Gempa

Suara Pembaca

Gedung Tertinggi Tak Retak Digoyang Gempa

- detikNews
Kamis, 09 Agu 2007 16:00 WIB
Keluhan
Membaca artikel 'Gedung Tertinggi di RI Tak Retak Digoyang Gempa Indramayu', saya merasa ada beberapa hal yang perlu diluruskan dan diklarifikasi, yaitu antara lain: Pertama, pada paragraf kedua tertulis " ... itu sudah didesain tahan guncangan sesuai standar IMB ... ". Sepengetahuan saya, IMB itu adalah Izin Mendirikan Bangunan, bukan standar (peraturan), sehingga apabila yang dimaksud dengan 'guncangan' dalam artikel itu adalah gempa, maka standar yang dimaksud mungkin adalah Peraturan Gempa Indonesia, bukan IMB. Kedua, mengenai penyataan manager gedung BNI Rogers Kwandou yang menyatakan bahwa gedung BNI dapat menahan guncangan (maksudnya gempa) 7-8 SR (skala Richter). Sebagai praktisi konstruksi, memang saya percaya kalau semua konstruksi gedung bertingkat di Jakart (bahkan mungkin di seluruh Indonesia bukan hanya Gedung BNI) sudah memperhitungkan beban gempa. Ini juga telah menjadi concern para praktisi konstruksi baik perencana maupun pelaksana. Namun, saya ragu apabila perencana Gedung BNI dulu merencanakan konstruksi gedung tersebut dapat menahan gempa sampai dengan 8 skala Richter (Richter Magnitute Scale -RMS). Sebagai gambaran, gempa dengan 8 RMS itu kurang lebih setara dengan getaran yang ditimbulkan oleh ledakan 170 mega ton TNT. Maksud laporan BMG yang mengatakan gempa semalam berkekuatan 7.3 RMS itu adalah getaran di pusat gempa (epicentrum) di daerah Indramayu. Bukan getaran yang dirasakan di Jakarta. Getaran yang dirasakan di Jakarta hanya efek gempa. Bisa dibayangkan kerusakan yang terjadi apabila getaran sebesar itu (7.3 RMS) terjadi di Jakarta. Bisa jadi semua bangunan di Jakarta sudah rata dengan tanah. Ada beberapa satuan gempa yang digunakan di dunia. Memang yang paling umum adalah skala Richter (RMS). Namun, mungkin ada baiknya apabila kita di Indonesia (yang memiliki wilayah yang sangat luas), membiasakan diri dengan menggunakan skala MMI (Modified Mecalli Intensity). Hal ini perlu karena efek kerusakan yang ditimbulkan oleh sebuah pusat gempa dapat berbeda-beda di setiap daerah. Tergantung dari jarak dari pusat gempa tersebut tentunya. Terakhir, gempa adalah salah satu kejadian alam yang tidak dapat diketahui kapan dan berapa besarnya. Kita manusia hanya berupaya untuk mengantisipasi dan meminimalisasi efek yang dapat ditimbulkannya. Jadi kita jangan terlalu sombong. Meskipun konstruksi bangunan telah direncanakan untuk menahan gempa namun bukan berarti bangunan atau gedung tersebut aman dari gempa dan efek yang ditimbulkannya. Endy A. Budyantoendy@siskg.com

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads