Keluhan
Akhir-akhir ini sering saya baca di surat kabar banyak sekali razia software bajakan oleh polisi atau aparat yang berwenang. Seperti contoh di daerah Purwokerto, Solo, Klaten, dan yang terakhir saya dengar akan ada razia di Kebumen.Sebetulnya saya pribadi sangat setuju langkah yang diambil oleh polisi apabila tidak tebang pilih. Sebagai contoh di kota Yogyakarta. Banyak sekali yang buka rental VCD film atau software bajakan tetapi mengapa mereka semua masih tetap buka sampai sekarang. Salah satu di antara mereka adalah teman saya. Dia bercerita kalau dia harus menyiapkan uang sebesar Rp 10 juta sebulan untuk membayar polisi. Kalau seperti itu apakah berarti undang-undang di Indonesia bisa dibeli dengan uang. Saya merasa kasihan hanya rental komputer atau warnet (warung internet) yang kecil saja yang dirazia. Namun sayang, polisi tidak berani merazia tempat yang jelas-jelas menjadi sumber bajakan. Dan lagi apakah semua kantor aparat negara baik itu kepolisian atau pemerintahan menggunakan software yang berlisensi. Sebab, saya sendiri sudah menemui di beberapa kantor kepolisian tidak menggunakan software yang asli. Kalau begitu apakah masih ada keadilan di negara kita ini. Apakah masih ada kesamaan kedudukan di mata hukum sekarang ini. Sangat disayangkan, padahal sebentar lagi negara kita akan merayakan hari jadinya yang ke-62.Petra KurniawanKebumenAlamat lengkap ada di redaksi Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.
