DetikNews
Jumat 27 Juli 2007, 10:29 WIB

Menyesal Naik Bus Safari Dharma Raya

- detikNews
Menyesal Naik Bus Safari Dharma Raya
Jakarta - Kejadian ini lebih dari sebulan yang lalu tetapi baru sekarang saya berani mengungkapkannya. Tanggal 22 Juni 2007 saya hendak pergi dari Denpasar ke Yogyakarta naik Bus Safari Dharma Raya, Bus A. Saat itu saya ada kepentingan mendadak di Yogya. Bus ini terlihat masih terawat dengan baik. Tetapi apa yang terjadi setelah berjalan belum lama dari selat Bali. Kampas rem bus terbakar. Saya tidak tahu persisnya apa yang terjadi. Saat itu pukul 22.30, seluruh penumpang tiba-tiba disuruh turun (saat itu sudah sampai Probolinggo). Spontan seluruh penumpang yang tertidur langsung beranjak lompat keluar. Ada yang turun pakai selimut, ada juga yang histeris begitu dia turun melihat api yang menyala di dekat ban kanan belakang.Tiga jam semua menunggu Pak Sopir memanggil orang bengkel untuk membetulkannya. Tetapi tidak beres-beres juga. Sampai terakhir sekitar pukul 02.00 bus Safari lain, Bus C mendahului. Sampai pagi kami terus menunggu di posko terdekat. Tidak ada kabar dari \\\"kru\\\" Safari yang memberi kabar akan didatangkan bus lagi. Mereka bersikeras membetulkan bagian poros roda yang rusak terbakar.Penumpang terus bersabar karena ada kabar bus dari Surabaya akan datang \\\"menolong\\\" pada pukul 07.00. Pukul 06.00 ada kabar lagi bus Surabaya tidak jadi datang karena macet. Lagi-lagi penumpang harus bersabar. Hingga pukul 07.00 kami mendengar kabar dari salah satu penumpang yang rekannya ada di bus C. Bus C mogok di Sragen (2 jam sebelum Yogya) karena tali kipasnya putus dan tidak mungkin bisa dibetulkan dalam waktu singkat. Atas peristiwa ini ada seorang ibu yang stres. Dia tidak punya cukup uang untuk membelikan 3 anaknya makan pagi. Sampai ada seorang bapak (penumpang juga) yang bisa menenangkan dan menolong ibu itu. Ada juga yang hendak memperingati 100 hari alm. bapaknya tetapi bisa apa. Kami semua di sini (penumpang dalam satu bus) sampai sudah seperti teman, sahabat, yang tentunya teman senasib karena menjadi korban Safari.Terakhir, Safari mendatangkan bus dari Semarang. Kami bisa berangkat lagi pukul 10.00. Makan sore gratis dan sampai di tujuan pukul 20.00. Kami sudah malas untuk berurusan lagi dengan bus Safari. Saya menyesalkan kejadian yang saya alami ini. Bagi saya, poin yang penting di sini adalah bus Safari tidak punya manajemen yang handal dalam mengoperasikan bus-busnya. Safari tidak punya maintenance<\/i>, perawatan yang baik terhadap bus-busnya. Safari telah merugikan banyak orang. Safari tidak berani memberi ganti rugi, paling tidak mengembalikan 50% atau menanggung semua biaya makan.Ditto Firdaus MGraha Basudewa No 154 A, Jl Tukad Balian, Renon, Denpasarsuper_ground@yahoo.com+6281317775252<\/b>
(msh/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed