Keluhan
Peristiwa ini dialami kakak perempuan tertua saya, Nurlaila, beralamat di Jalan Pantai Selatan Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Alamat itu sesuai dengan alamat yang tercantum pada nomor rekening. Kakak saya, salah seorang pemegang rekening pada Kantor Cabang Mandiri Daan Mogot Tangerang. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 18.00, Minggu (22/07/2007) di Mall Robinson Daan Mogot Tangerang, tak jauh dari Pasar Anyar Tangerang. Saat memasukan kartu ATM, tiba-tiba kartu tak keluar. Macet. Tak berapa lama tiba-tiba seorang lelaki menghampiri kakak saya lalu menanyakan apa yang terjadi.
Lelaki ini menawarkan jasa untuk membantu mengatasi kartu ATM yang tak kunjung keluar. Anehnya, si lelaki ini menanyakan nomor pin ATM kakak saya. Melihat gelagat yang mencurigakan, kakak saya tak meladeni permintaannya. Kuat dugaan lelaki ini merupakan salah satu komplotan pencuri uang via ATM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari cerita kakak saya, sebetulnya ia sempat menaruh curiga dengan nomor ini. Entah mengapa ia tetap menghubungi ke nomor ini. Untuk mengelabuhi, mula-mula orang di ujung telepon sindikat pencurian itu menanyakan nama, alamat, tempat tanggal lahir kakak saya. Seperti biasanya permintaan pada Call Center. Yang janggal si orang ini juga menanyakan nomor pin. Sialnya, untuk yang sekarang ini kakak justru memberi tahu nomor pin-nya.
Setelah menelepon telpon 021 32xxx, kakak saya masih sempat menunggu kartu itu keluar. Kira-kira sekitar 10 menit. Lantaran kartu tak kunjung keluar, dan ia sendiri sudah sempat menarik uang pada rekening di ATM BCA, tak jauh dari ATM Mandiri ia memutuskan pulang. Sebelumnya, ia sempat mendatangi satpam meminta bantuan agar menjaga kartu ATM-nya yang masih ada dalam mesin ATM. Satpam ini adalah orang yang pertama kali menyarankan untuk menghubungi nomor telepon yang ada di mesin ATM. Β
Saat berada di atas angkot menuju rumah, lantaran masih curiga kakak saya lalu menghubung Call Center 14000 sekitar pukul 18.06 untuk meminta informasi dari Bank Mandiri seputar kasus yang baru saja terjadi. Setelah itu kakak saya meminta kartu ATM-nya diblokir. Pukul 08.12 kartu ATM diblokir. Sayang pencuri sudah berhasil menguras uang di kartu ATM sekitar 1.6 juta rupiah pukul 18.04.
Sekitar pukul 20.30 bersama kakak saya yang laki-laki, kakak perempuan saya kembali mendatangi lokasi untuk mendapat kejelasan, termasuk menemui si satpam yang dimintai tolong itu. Sayang satpam ini sudah tak ada di tempat, karena berganti sift. Di sana, kakak saya juga sempat menemui seorang teknisi yang saat itu memperbaiki ATM yang sore tadi rusak.
Kakak saya juga sempat bercerita soal kasusnya. Menurut penjelasan teknisi, biasanya modus operandi mereka dengan mengganjal korek api di mulut tempat keluar-masuk ATM. Ia juga mengatakan, kuat dugaan mereka melakukan transaksi menguras rekening kakak saya di ATM lain.
Hingga saat ini kami masih berniat untuk terus mendapat informasi sejelas-jelasnya mengenai kasus ini dari pihak Mandiri. Jika memang komplotan pencuri itu melakukan transaksi tunai di ATM lain, paling tidak kami harus mendapat bukti rekaman dari kamera yang biasa terpasang di setiap bilik ATM.
Kami tentu sadar, usaha ini tak berarti bisa mengembalikan uang yang hilang. Tapi usaha mendapatkan informasi ini sejelas-jelasnya tentu akan berguna buat kami juga untuk masyarakat lain agar lebih hati-hati dan waspada terhadap modus pencurian semacam ini.
Dari kasus ini, saya mencatat beberapa pertanyaan --kalau tidak dikatakan sebagai sebuah kejanggalan.
Pertama, menurut keterangan bank, lokasi ATM tempat peristiwa ini terjadi ternyata tak dilengkapi kamera. Padahal sepertinya prosedur standar ini jamak dilakukan, apalagi di tengah situasi yang serba rawan.
Kedua, mengapa informasi telepon menyesatkan itu tak terjamah tangan petugas keamaan setempat? Mengapa kertas berisi nomor telepon itu bisa nongkrong di mesin ATM?
Ketiga, mengapa pihak satpam yang sudah dimintai bantuan seolah tak serius menangani masalah ini? Padahal informasi mencurigakan sudah disampaikan. Padahal jika saja ia bertindak cepat, kemungkinan pencurian itu bisa digagalkan. Β
Alamsyah M. Dja'far
Jl Asembaris Raya M Kavling No 8 Jakarta Selatan
alamsyah_mdj@yahoo.com
021 828 1053, 715 51214
Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































