Keluhan
Selasa, 10 Juni 2007 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tidak ada yang membuat saya bangga sebagai orang Indonesia selain bisa menyanyikan Indonesia Raya bersama 80.000 ribuan saudara-saudara saya sebangsa. Walau suara kami fals dan tidak karu-karuan, "sihir" Indonesia Raya menyatukan kami. Hilang semua perbedaan dan permusuhan yang biasanya sering terjadi. Semuanya saat itu mejadi satu. Semuanya untuk Indonesia.Sabtu, 14 Juli 2007, saya ingin merasakan hal yang sama di rumah melalui televisi. Kebetulan seluruh keluarga berkumpul karena libur. Atmosfer kemeriah di Gelora Bung Karno dan kekhidmatan puluhan ribu suporter menyanyikan Indonesia Raya sudah terbayang. Namun sayang, RCTI sebagai penayang pertandingan lebih mementingkan iklan dan acara kuis yang tidak jelas. Pirsawan di rumah hanya bisa menikmati sepotong kekhidmatan Indonesia Raya yang dengan bangga dinyanyikan puluhan ribu suporter Indonesia. Perlu diketahui komentator asing yang memandu jalannya pertandingan (sebelum di-dubbing oleh RCTI) sangat memuji puluhan ribu suporter Indonesia yang dengan bangganya menyanyikan Indonesia Raya. Bangsa Indonesia yang berbeda-beda dapat bersatu, katanya. Mengapa RCTI tidak demikian. Kiranya RCTI lebih bijak lagi dalam menyiarkan pertandingan Indonesia vs Korea Selatan, Rabu, 18 Juli 2007) nanti. Kami tunggu komitmen RCTI sebagai 'Kebanggaan Bersama MilikBangsa' dalam menghargai Indonesia Raya sebagai kebanggaan bangsa Indonesia. Rully IswanJl. Prabu Kiansantang Blok C No. 7 Tangerangmanis_javanicus@yahoo.com021 70334234 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/msh)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































