Keluhan
Saya baru seminggu di Mataram Lombok. Tanggal 11 Juni 2007 pukul 04:00 WITA saya dirampok. Semua barang, uang, dan dompet habis dibawa perampok. Tetapi untungnya buku tabungan BNI saya tidak terbawa. Paginya saya melapor polisi setempat untuk membuat surat kehilangan. Kemudian saya melakukan penarikan uang di BNI mataram dengan bekal buku tabungan dan surat kehilangan karena tidak punya identitas yang lain kecuali kartu alumni UNS. Ketika ditanyakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saya oleh Teller saya memberi kartu alumni dan surat kehilangan. Saya menjelaskan kalau habis dirampok. Tapi Teller BNI yang bernama Yuliana itu tidak menerima. Sebagai alternatif identitas, di intranet BNI data saya juga tidak komplit. Malahan Yuliana menyuruh saya pulang ke Kudus mengurus ATM di BNI Cabang Kudus karena di sana saya membuat buku tabungannya. Saya tidak habir pikir. Kalau orang dirampok itu habis uangnya. Bagaimana mau pulang ke Kudus. Akhirnya Teller meminta surat kehilangan asli saya dan fotokopi KTP serta fotokopi kartu UNS saya untuk penarikan. Dengan berat hati saya memenuhi syarat tersebut. Padahal saya membutuhkan surat kehilangan asli tersebut untuk identitas saya karena besoknya saya harus terbang ke Jakarta. Jadi ke mana-mana saya was-was hanya bermodalkan fotokopi surat kehilangan.Saya pernah mengalami kejadian serupa di Bandung tetapi bisa melakukan penarikan di BNI Bandung. Surat kehilangan merupakan surat pengganti identitas orang. Penjelasan barang yang hilang yang disahkan oleh kepolisian. Indra Setya PutraJl. Raya Kuta No. I A Denpasarqmbut@yahoo.com08170954167 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.










































