Keluhan
Selasa, 19 Juni 2007, saya mengirimkan surat pembaca ke Suara Pembaca detikcom dengan judul "Teror dari ABN AMRO". Keesokan harinya saya dihubungi Ibu Niken dari ABN AMRO yang menyatakan bahwa ABN AMRO akan menyelesaikan masalah atas teror yang dilakukan oleh kolektor yang layaknya preman ke rumah kami. Ibu Niken berjanji akan mengirimkan surat pernyataan minta maaf atas kejadian tersebut. Akan tetapi sampai hari ini kami belum mendapatkan penyelesaian yang dijanjikan tersebut. Dan yang lebih parah lagi, pagi ini Selasa, 11 Juli 2007 saat saya sedang sibuk-sibuknya di kantor, adik saya kembali menghubungi saya dan mengatakan bahwa kolektor preman tersebut masih datang ke rumah kami. Pada saat itu kebetulan adik saya keluar untuk membeli sesuatu dan mama saya sedang berobat ke rumah sakit. Sekembalinya adik saya ke rumah tetangga memberitahukan bahwa tadi dari pihak bank mengatakan bahwa kami adalah pengutang. Jelas ini sangat mencemarkan nama baik kami. Hampir satu bulan saya menunggu penyelesaian tersebut. Akan tetapi yang saya dapatkan lain dari apa yang dikatakan oleh Ibu Niken. Kami benar-benar sangat kecewa atas kejadian ini. Apakah memang begini ABN AMRO menyelesaikan masalahnya. Elvi Jl. Gatot Subroto No. 147 Medan elvi_yau@ehostingdotnet.com08566057383 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































