Keluhan
Pada hari Jumat malam tanggal 6 Juli 2007, saya bersama anak yang berumur 3 tahun berbelanja di Carrefour ITC Depok. Setelah selesai transaksi, saya mendorong troli menuju pintu keluar. Situasi yang sangat ramai dan padat membuat saya berjalan tersendat-sendat. Tiba-tiba dari arah kanan serangkaian troli yang semula berhenti dan dijaga oleh seorang petugas bergerak dan menabrak kami. Anak saya yang berada di sebelah kanan saya terbentur salah satu ujung besi troli yang agak tajam hingga berdarah pada bagian kelopak mata kanan. Anak saya pun menangis dengan kencangnya sambil berteriak kesakitan. Sambil berusaha menenangkan anak saya, saya menepikan troli ke bagian informasi. Di informasi, saya kemudian memanggil seorang petugas wanita yang berjaga di pintu masuk. Saya berusaha menenangkan diri dan menjelaskan kejadiannya serta meminta petugas memberikan Betadine untuk anak saya. Setelah menunggu di informasi beberapa saat karena para petugas sibuk mencari Betadine, akhirnya saya bisa mendapatkannya. Yang kemudian mengesalkan saya adalah petugas menanyakan apakah Betadine cair tersebut akan langsung diteteskan atau perlu kapas. Buat saya, itu pertanyaan konyol, yang terluka adalah seorang anak 3 tahun yang pastinya tidak akan diam ketika diobati karena akan terasa perih. Belum lagi luka tersebut berada di atas mata sehingga bisa saja kemungkinan masuk ke mata jika langsung diteteskan. Akan tetapi, saya berusaha menahan diri dan mengatakan bahwa saya perlu kapas atau tisu. Petugas kemudian mengatakan bahwa jika saya ingin menggunakan kapas atau tisu harus ikut dengannya ke lantai 2 (kami di lantai 1). Saat itulah kesabarannya saya sudah habis. Di saat anak saya berteriak kesakitan dan darah terus keluar (meski tidak mengucur deras) saya masih harus naik ke lantai 2 dengan situasi yang cukup padat. Ibu mana yang tidak miris melihat anaknya kesakitan. Saya minta petugas saja yang mengambilkan namun ia hanya diam saja dan tidak cekatan menanggapi permintaan saya. Dengan kesal akhirnya saya meninggalkan petugas tersebut sambil mengancam akan menuliskan kejadian ini. Mendengar ancaman saya, seorang petugas lain kemudian mendekati saya dan mengatakan akan bertanggung jawab dengan membawa ke rumah sakit. Dengan kesal saya mengatakan bahwa saya tidak perlu ke rumah sakit. Luka anak saya tidaklah parah. Tawaran tersebut saya rasakan agak berlebihan. Saya cuma minta kapas atau tisu. Sebuah permintaan sederhana. Akhirnya, saya mendapatkan sebuah tisu dari petugas informasi. Padahal dari tadi saya sudah ribut minta tisu atau kapas di bagian informasi malah disuruh ke lantai 2. Padahal ternyata di informasi juga tersedia tisu tersebut.Saya sangat menyesalkan kekurangcekatannya petugas Carrefour dalam menghadapi hal semacam itu. Apakah kotak P3K tidak tersedia di setiap lantai atau di sudut tertentu sehingga memudahkan penanganan. Apakah para petugas tidak dilatih untuk mengambil tindakan pertolongan segera mengingat sudah pernah ada kasus kecelakaan terjadi di lingkungan Carrefour. Beberapa petugas malah terbengong-bengong sambil bertanya 'kenapa', bukannya cepat mengambil tindakan. Yang lebih menyedihkan adalah tidak ada satu petugas pun yang meminta maaf atas kejadian tersebut karena kecelakaan terjadi karena kelalaian petugas. Mungkin para petugas Carrefour perlu dilatih mengucapkan'the magic words' seperti anak-anak playgroup dan TK. Terutama kata 'maaf'. Saya juga mempertanyakan apakah dalam mendorong serangkaian troli yang berat itu tidak ada semacam SOP atau langkah-langkah dari petugas yang bisa menjamin para pengunjung aman dari tertabrak atau tersenggol troli. Beberapa kali saya melihat pengunjung nyaris atau bahkan sudah tertabrak troli. Saya ngeri jika membayangkan troli yang menabrak anak saya tidak terhenti. Pastilah tidak saya inginkan dampaknya. Semoga manajemen Carrefour melakukan tindakan pengembangan terkait dengan pelayanan pelanggan terhadap semua petugasnya. Jika hal seperti ini dibiarkan berlarut-larut bisa dipastikan Carrefour akan ditinggalkan konsumen karena kurang nyaman dan aman. Sudah banyak kejadian yang seharusnya menjadi pembelajaran bagi Carrefour untuk memprimakan pelayanan.Maharsi AnindyajatiJl. Kemakmuran Raya No. 45 Depokmaha.nina@hotmail.com021-70231343 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































