Keluhan
Kami tinggal di Kota Taman Metropolitan (KTM) Cileungsi cukup lama. Pada saat penyerahan kunci rumah kami dijanjikan bisa memasuki rumah dengan keadaan listrik terpasang. Pada kenyataannya listrik memang terpasang tetapi ilegal. Listrik menarik aliran langsung dari KTM.Saya sempat bingung. Tetapi pengembang menerangkan bahwa hal itu dilakukan supaya kami bisa mendapat listrik di rumah karena PLN belum bersedia memasang. Tidak ada surat tertulis yang menyatakan bahwa dengan kondisi listrik saat itu adalah tanggung jawab kami sebagai pihak pembeli. Jika nantinya diketahui oleh PLN bahwa KTM mencuri arus.Tiba-tiba saja beberapa bulan lalu PLN mendadak mengunjungi lokasi KTM. KTM dikenakan denda dengan keadaan listrik dicabut. Listrik mati sekian jam dan kembali hidup dengan kondisi masih mengambil arus dari KTM. Dengan adanya denda kepada KTM kami dibebankan 1 rumah @ Rp100,000,00 per bulan sesuai dengan lama tinggal masing-masing Kepala Keluarga (KK). Terbayang jika sudah tinggal bertahun-tahun harus membayar berapa. Bukan itu saja yang membuat kesal. Kami diminta menyelesaikan pembayaran 1 minggu setelah surat sampai pada kami. Walaupun ada juga yang beberapa hari sebelum jatuh tempo baru menerima surat pemberitahuan tersebut. Tentu saja tetangga kami yang lainnya keberatan. Apalagi kami. Jelas keberatan.Saya mencoba menghubungi Customer Relation (CR) KTM untuk menanyakan hal tersebut. Mengapa kita yang harus membayar denda sedangkan yang melakukan pengambilan listrik Ilegal adalah KTM. Mengapa surat tersebut baru kami dapat padahal 1 minggu kemudian harus dilunasi. CR menjawab selama ini kami sudah memakai listrik. Tentunya harus membayar denda dan masalah pembayaran tidak apa-apa tidak pada tanggal tersebut. Setelah lama berargumentasi akhirnya kami memutuskan membayar denda dengan catatan mencicil.Pada bulan berikutnya kami hendak membayar tetapi tidak sempat. Akhirnya kami putuskan minggu ini (minggu awal bulan) akan kami sempatkan. Namun, apa yang terjadi. Listrik dimatikan tanpa ada pemberitahuan. Pemberitahuan, baik melalui surat, SMS, atau pesan melalui Security atau staf yang kebetulan tinggal di kawasan KTM juga sama sekali tidak ada. Padahal saat developer meminta pembayaran mereka membuat surat pemberitahuan. Tetapi saat mematikan Listrik mereka tidak memberikan konfirmasi sama sekali. Apa ini sikap yang benar sebagai penjual kepada pembeli. Kami juga mendapat informasi bahwa tetangga kami pun mengalami hal yang sama.Saya sangat kecewa dengan pihak developer KTM. Wewenang mencabut atau memasang listrik adalah wewenang PLN bukan developer. Mohon penjelasan dan tanggapan developer KTM.Djoko SusenoKTM Sektor Gandaria XIII No. 5 Cilengsie Cibubursu53no2001@yahoo.com08174828733 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































