Iming-iming Club Bali di Medan

Suara Pembaca

Iming-iming Club Bali di Medan

- detikNews
Jumat, 06 Jul 2007 13:26 WIB
Iming-iming Club Bali di Medan
Keluhan
Pada pertengahan bulan Juni 2007 yang lalu istri saya ditelepon oleh pihak Club Bali. Club tersebut menyatakan selamat bahwa kami sudah beruntung terpilih untuk mendapatkan voucher menginap 1 malam di hotel mana saja dan tanpa adanya syarat (ada daftar hotel, kira-kira 6 lokasi).Club Bali mengharuskan kami datang (suami istri) untuk mendengarkan presentasi minimal 90 menit. Setelah itu baru mendapatkan voucher menginap tanpa syarat dan ikatan jual beli.Sesuai jadwal yang ditentukan kami datang pada tanggal 20 Juni 2007 pukul 19.00 di Uniland Building - Medan, Lt. 4 di Kantor Club Bali Cabang Medan. Kami ditemui oleh seorang konsultan yang bernama Wilson. Setelah panjang lebar bercerita (terlihat beberapa konsultan lainnya dalam satu ruangan dan memang cara mereka terlihat sudah sangat profesional dan terlatih) Wilson menawarkan berbagai macam paket dengan harga yang sangat mahal. Mereka menggunakan jurus memancing kami untuk menyebutkan berapa angka (budget) yang kita inginkan atau sanggupi. Malah kartu kredit saya diminta dan diserahkan ke manajernya yang bernama Yudi. Sebagai bukti bahwa saya berminat (saya tidak tahu alasan mereka meminjam kartu kredit saya). Setelah saya hitung-hitung dengan matang manfaat dan pengeluarannya saya berkeras menolak bergabung.Selama kami mendengar presentasi ternyata waktu yang kami habiskan jauh dari perkiraan yang semula hanya 90 menit melainkan hampir 3 jam. Karena yang bersangkutan mengatakan, "silahkan keluar sekarang kalau memang tidak mau mendengar." Kita otomatis khawatir voucher gratis menginap tidak akan diberikan padahal kita sudah capai datang.Akhirnya kami selesai setelah hampir mendengar 3 jam. Di akhir pertemuan kami diberikan voucher menginap. Berhubung sudah malam dan kami buru-buru pulang maka kami tidak sempat memperhatikan voucher tersebut.Keesokan harinya setelah kami perhatikan, alangkah kagetnya kami. Di dalam voucher tersebut banyak sekali syaratnya, antara lain:1. Tidak dapat digunakan di masa liburan,2. Tidak dapat digunakan di akhir minggu,3. Masa berlaku hanya 2 bulan sejak diberikan, yang mana lebih setengahnya adalah hari libur (karena saat ini liburan anak),4. Tidak dapat diberikan ke orang lain,5. Bila ingin menggunakan voucher tersebut harus reservasi dulu dan datang lagi ke Kantor Club Bali membayar deposit Rp350,000,00. Uang ini akan dikembalikan setelah kita kembali dari Hotel. Jadinya kita bolak balik ke sana dan entah ada trik apa lagi kalau kami datang ke sekian kalinya.Dengan syarat seperti di atas tidak mungkin bagi kami menggunakan voucher ini. Bagaimana kami dapat keluar kota hanya untuk menginap di hari biasa dan bukan di akhir pekan atau liburan anak. Sangat tidak masuk akal.Kami begitu kecewa. Ternyata janji yang diberikan adalah tidak sesuai dengan sewaktu mereka mengirim undangan. Di dalam undangan yang mereka kirim kebetulan ada contoh voucher menginap dan di dalamnya tidak disebutkan syarat-syarat seperti di atas. Pantaslah, pada saat kami datang undangan kami langsung ditarik oleh resepsionis dan tidak dikembalikan ke kita lagi sehingga kami tidak dapat komplain dan menuntut sesuai yang tertera di undangan. Undangan yang diberikan sangat menarik dan tanpa tertera syarat yang jelas. Ini semacam penipuan atau iming-iming kepada konsumen untuk datang.Kemudian saya menelepon kembali Pak Wilson. Beliau menjawab dengan entengnya bahwa memang syaratnya begitu. Kalau tidak jadi anggota dan pokoknya Club Bali sudah memberikan voucher tersebut. Terserah Bapak mau dipakai atau tidak itu adalah hak Bapak.Akhirnya saya putuskan tidak akan menggunakan voucher gratis tersebut karena sangat tidak masuk diakal. Hanya saja saya sangat kecewa dan merasa tertipu dengan trik undangan mereka karena membuang waktu.Marwan LobianJl. Iskandar Muda No. 7 Medanmarwan.lobian@gmail.com06177882885

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait