Rina Dipermainkan Stanchard

Suara Pembaca

Rina Dipermainkan Stanchard

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2007 17:59 WIB
Rina Dipermainkan Stanchard
Keluhan
Saya sangat kecewa dengan Standard Chartered Bank (Stanchard). Oleh karena kondisi keuangan yang sedang bangkrut maka pada tanggal 29 Maret 2007 saya datang ke bagian Collection di Gedung Graha Pratama Tebet untuk mengajukan program keringanan atau reschedule utang saya pada Stanchard. Saya diterima Pak Ismir yang menyatakan bahwa saat itu saya belum bisa ikut program keringanan. Maka tanggal 25 April 2007 saya mengajukan lagi surat permohonan keringanan kepada Stanchard (di-fax ke nomor 83798751). Setelah menunggu beberapa lama saya mendapat tanggapan via telpon berupa tawaran 20% diskon untuk 4 kali bayar atau 25% diskon untuk 1 kali bayar. Namun, tawaran tersebut sama sekali jauh dari kemampuan. Saya tetap meminta reschedule pembayaran berupa perpanjangan waktu pembayaran sesuai dengan kemampuan saya saat ini.Tanggal 31 Mei 2007 saya ditelepon oleh Ibu Ola dan Pak Aldi. Ditawari program reschedule dengan syarat saya harus membayar DP 1 bulan untuk kartu kredit dan 1 bulan untuk KTA. Karena saya belum berhasil dapat pinjaman uang maka saya tidak dapat memenuhi deadline waktu yang diberikan yaitu 1 minggu sejak ditelepon. Setelah beberapa kali ditawari dan saya belum juga dapat pinjaman uang, akhirnya suatu sore Stanchard melalui Ibu Clara menelepon dan mengancam jika saya tidak bisa ikut tawarannya maka pihak Debt Collector yang akan menangani. Benar saja, tanggal 19 Juni 2007 Debt Collector datang ke rumah saya.Akhirnya dengan bekal uang pinjaman dari sana-sini, tanggal 22 Juni 2007 saya datang ke bagian Collection Stanchard di Gedung Graha Pratama bertemu dengan Bp. Jufrison dan Ibu Hidayati (dipanggil Ibu Yati). Kepada Pak Jufrison saya telah menyerahkan DP sejumlah 1,1 juta dan kepada Ibu Yati saya telah membayar DP sejumlah 1,7 juta sebagai salah satu syarat agar saya bisa ikut program keringanan. Saya juga telah menyerahkan persyaratan lain yang diminta berupa kopi KTP, surat keterangan penghasilan, dan bukti tagihan-tagihan saya dari bank lain. Saya juga telah mengisi surat permohonan dan menandatanganinya di atas meterai (2 x Rp6,000,00). Saat itu Ibu Yati bilang karena sudah sore maka sore itu beliau tidak bisa menjelaskan ke saya rincian cicilan yang harus saya bayar untuk tempo 2, 3, atau 4 tahun. Dia bilang akan diproses per hari Senin, 25 Juni 2007. Hari Senin, 25 Juni 2007 beliau menelepon saya lagi dan menginformasikan jumlah cicilan. Saya setuju mengambil tempo 3 tahun dengan cicilan sebesar Rp805,000,00 per bulan, dan dia minta saya menunggu hasilnya dalam waktu 10 hari. Sampai pada titik tersebut saya menarik nafas lega. Paling tidak saya tidak 'ngemplang' dan sudah menunjukkan niat baik saya kepada pihak bank. Walau harus memperpanjang masa utang, juga memperbanyak jumlah utang, cara ini telah membuat saya tidak bermimpi buruk lagi. Namun, apa yang terjadi kemudian.Hari ini saya terima missed call dari bagian Collection dan setelah saya telepon kembali alangkah kagetnya karena Pak Didit menginformasikan bahwa permohonan saya tidak disetujui karena cicilan KTA saya akan berakhir pada bulan Agustus 2007. Padahal, tidak ada satu orang pun dari mereka yang pernah menginformasikan kepada saya bahwa saya tidak bisa ikut program keringanan karena KTA akan berakhir bulan Agtustus 2007. Seolah-olah setelah semua persyaratan sudah saya penuhi maka saya tinggal menunggu kabar baik dari mereka. Sungguh sebuah angan-angan yang menyesatkan karena hari ini bukannya saya dikonfirmasikan reschedule utang, tetapi malah ditawari diskon 20% untuk 2 kali bayar dan 30% untuk 1 kali bayar. Saya cukup tahu diri untuk tidak minta dihapuskan utang. Rina SusantiJl. Warakas I Gg. 23/7 RT 002/007 Tg. Priok Jakartarina.susanti07@yahoo.com081932234688

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads