Pengalaman Indah Menggunakan AirAsia

Suara Pembaca

Pengalaman Indah Menggunakan AirAsia

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2007 11:30 WIB
Pengalaman Indah Menggunakan AirAsia
Keluhan
Melihat banyaknya komplain AirAsia yang tidak pernah mendapat tanggapan dari pihak AirAsia, saya jadi tergugah menceritakan "Pengalaman Indah" saya menggunakan AirAsia. Tanggal 8 Januari 2007 saya pernah memesan tiket penerbangan Jakarta - Medan PP berangkat tanggal 3 April 2007 (QZ7504) dan kembali ke Jakarta tanggal 10 April 2007 (QZ7507). Awalnya saya pikir, jika memesan jauh hari sebelumnya, tentu akan lebih murah, ternyata tidak.Kira-kira 10 hari menjelang tanggal keberangkatan saya mengecek lagi di website AirAsia, apakah harga tiket sudah naik. Ternyata tiket malah lebih murah harganya. Jadi buat apa pesan jauh hari sebelumnya. Toh lebih mahal jatuhnya.Kejadian serupa sebenarnya pernah saya alami juga ketika melakukan penerbangan Jakarta - Bali tanggal 16 Agustus 2006 yang merupakan long weekend (kode penerbangan sudah tidak ingat) bersama 5 orang teman saya. Harga tiket mahal sekali. Tetapi, 4 hari menjelang keberangkatan ternyata masih ada seat yang tersedia dan harganya juga lebih murah. Ini membuat saya untuk berpikir ulang untuk memesan tiket jauh hari sebelumnya.Paling disesalkan adalah sikap AirAsia yang seenaknya memindahkan jadwal keberangkatan yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Untuk penerbangan Jakarta - Medan, kode QZ7504, jadwal semula, pesawat berangkat tanggal 3 April 2007 pukul 14.40, ternyata 1 hari menjelang keberangkatan, saya di-SMS, jadwal diundur ke pukul 18.50. Saat itu saya sempat komplain ke customer care. Saya mengatakan jika kita mendadak ingin pindah jadwal, AirAsia memberlakukan tarif baru untuk tiket, yang pasti lebih mahal karena sudah dekat tanggal keberangkatan. Tetapi kalau AirAsia yang mengganti jadwal, tidak ada kompensasi apa pun.Akhirnya karena tidak ingin repot, saya setuju mengambil penerbangan 3 April 07 jam 18.50. Besoknya saat tiba di airport, saya diberitahu lagi, penerbangan diundur ke jam 20.50. Tanpa ada alasan yang jelas mengapa penerbangan diundur.Penumpang lain yang mengalami hal yang sama memberitahukan bahwa ada makan gratis (saya tidak ikut makan karena masih mampu beli sendiri). Lucunya, pihak AirAsia tidak memberitahukan sama sekali bahwa akan diberikan makan gratis 1x bagi penumpang yang penerbangannya ditunda. Jadi yang tahu hanya penumpang yang benar-benar marah minta kompensasi.Kondisi serupa saya alami sekali lagi pada saat pulang dari Medan menuju Jakarta (kode QZ7507). Pada 9 April, saya mencoba confirm ke AirAsia apakah jadwal sesuai semula. Berangkat tanggal 10 April pukul 19.05. Oleh customer service AirAsia diberitahukan, "betul Pak, sesuai jadwal semula".Kekecewaan terulang pada 10 April, jam 14.00. Ada SMS masuk, penerbangan diundur ke jam 22.05. Padahal yang saya beli bukan pukul 22.05 tetapi 19.05. Dari harga tiket juga jelas berbeda. Dengan perasaan kesal, saya datang ke counter AirAsia di Bandara Polonia Medan untuk confirm apakah jadwal benar diundur lagi. Ternyata jawabannya benar. Di sanalah saya ngotot meminta solusi.Tentunya saya punya alasan mengapa meminta penerbangan jam 19.05 jauh-jauh hari sebelumnya. Jika memang terbang jam 22.05 tentunya saya mendapatkan harga yang lebih murah. Di situ sudah jelas bahwa saya sebagai penumpang dirugikan.Saya menawarkan 3 solusi kepada petugas counter AirAsia, karena penerbangan jam 22.05 sudah sangat malam, tiba di Jakarta sudah dini hari.1. Saya meminta penerbangan sebelum jam 19.05, atau2. Saya diberikan penerbangan keesokan paginya, atau3. Uang saya dikembalikan tanpa ada pemotonganTernyata pihak AirAsia ngotot tidak mau menerima solusi dari saya. Giliran saya meminta solusi mereka hanya bisa menjawab, "maaf Pak, saya tidak tahu harus bagaimana lagi". Saat itu memang banyak penumpang lain yang juga komplain.Dengan enaknya pihak AirAsia mengatakan, penerbangan sebelum jam 19.05 sudah penuh. Sedangkan untuk keesokan harinya juga sudah penuh karena penerbangan sedang peak, yang ada penerbangan lusa. Dari situ saya mengambil kesimpulan, kalau peak, berarti harganya lebih mahal. Jadi kalau mau bayar lebih.Lalu saya meminta refund uang, kata mereka, "bisa Pak, nanti akan dikreditkan kembali ke kartu kredit anda". Saya tetap tidak bisa menerima alasan ini. Saya meminta cash, karena kartu saya sudah di-charge sejak bulan Januari 2007. Mengapa saya harus menunggu proses refund melalui kartu kredit yang memakan waktu berminggu-minggu dan tidak jelas kelanjutannya. Sepertinya saya harus mengemis untuk menuntut hak saya. Padahal saya yang dirugikan di sini.Karena tidak juga menemui solusi dari petugas counter, saya ngotot untuk berbicara dengan pihak yang paling berwenang di counter AirAsia bandara Polonia. Tetapi, yang bersangkutan tidak berani menemui saya dengan alasan ini itu. Sedang ada urusan apalah padahal saya lihat dia sedang berdiri di belakang.Setelah berdebat lama akhirnya pihak AirAsia mau juga mengembalikan uang saya tunai (cash). Sejak itu saya jadi berpikir-pikir kalau mau naik AirAsia lagi. Sangat membuang waktu dan tenaga.Saya pun memutuskan menggunakan airline lain yang lebih tepat waktu biar pun lebih mahal sedikit. Ada penumpang yang berceloteh, "memang benar kata teman saya, jika mau naik penerbangan murah seperti Kopaja tanpa nomor kursi, janganlah komplain kalau ada delay. Namanya juga cheap flight. Hanya, ya, bedanya Kopaja tidak pernah delay sampai 5 jam kecuali sedang ada demo supir kopaja."Kepada rekan-rekan yang mengalami keterlambatan penerbangan dan ingin meminta refund uang, saya tegaskan di sini, sebenarnya uang bisa dikembalikan secara tunai (cash). Refund melalui kartu kredit hanya alasan petugas AirAsia saja biar tidak repot. Asalkan anda bisa ngotot mereka akan mengembalikannya.SulaimanJl. Gunung Sahari No. 2 Jakartadonsule@gmail.com08881889000

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads