Keluhan
Pada 14 Mei 2007, sekitar pukul 13.05 WIB, saya mengemudikan mobil di jalan tol kota Halim-Kuningan. Tepatnya di depan Supermarket Gelael Tebet. Tiba-tiba ditabrak oleh sebuah mobil dengan kecepatan tinggi. Padahal saat itu kondisi jalan tol padat merayap.Di tengah kemacetan lalu lintas itu saya melihat melalui kaca spion sebuah minibus berwarna coklat yang tiba-tiba pindah jalur. Keadaan jalan di belakang mobil saya kosong tidak ada kendaraan. Melalui kaca spion saya melihat minibus tersebut memacu kendaraannya tanpa mengurangi kecepatan hingga menabrak mobil saya. Saya mengetahui minibus tersebut ternyata minibus travel XTrans. Patut diduga cara mengemudi supir XTrans tidak bertanggung jawab dan dalam keadaan mengantuk. Akibatnya, mobil saya mengalami kerusakan. Saya pun tidak sadarkan diri beberapa saat setelah ditabrak. Setelah menabrak minibus travel jurusan Jakarta-Bandung berplat hitam dengan nama XTrans ini meninggalkan lokasi kecelakaan tanpa meninggalkan identitas atau menunggu untuk berkomunikasi dengan saya. Setelah saya melakukan serangkaian penelurusan akhirnya saya berhasil menemui pihak XTrans guna melakukan pengecekan sekaligus meminta pertanggungjawaban. Paling tidak meminta ganti kerugian biaya perbaikan mobil dan biaya pengobatan. Dalam pertemuan itu perwakilan XTrans mengakui sebuah minibus XTrans telah menabrak mobil saya dan melakukan kesalahan. Namun, pihak XTrans menolak bertanggung jawab dan menyatakan si supir yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.Pihak XTrans sama sekali tidak beritikad baik menyelesaikan masalah ini. Padahal XTrans pernah mengatakan bahwa XTrans telah dilindungi asuransi. Atas kecelakaan yang saya alami ini XTrans bersikeras bahwa supir yang harus bertanggung jawab. Padahal saya mengetahui supir tersebut tidak memiliki kemampuan melakukan penggantian. Tindakan XTrans ini tentu sangat tidak masuk akal. Supir XTrans yang menabrak mobil saya merupakan pegawai XTrans dan menabrak pada saat menjalankan pekerjaannya mengangkut penumpang. Semakin tidak masuk akal karena jika benar XTrans dilindungi asuransi tentu XTrans dapat dengan mudah meminta asuransi membayar kerugian.Atas kecelakaan yang saya alami ini saya mengimbau masyarakat pengguna jalan maupun para calon penumpang XTrans berhati-hati. XTrans ternyata tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan. Bagi pihak berwenang, saya mengimbau untuk segera melakukan pengawasan terhadap perusahaan transportasi ini mengingat perusahaan tersebut menjalankan kegiatan transportasi dengan jumlah armada yang sangat banyak dan tersebar di berbagai tempat.Gama RamaditaAlamat lengkap, nomor telepon, dan email ada di redaksi. Keterangan foto: Kondisi mobil setelah ditabrak minibus XTrans. Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































