Keluhan
Beberapa bulan yang lalu saya sempat komplain terhadap kinerja Customer Care Telkom, khususnya Speedy. Memang, setelah komplain saya ditayangkan di beberapa surat pembaca, Telkom Kandatel Jakarta Pusat menghubungi saya dan memberikan solusi. Apa harus lewat surat pembaca baru keluhan pelanggan didengarkan. Lalu apa kabar dengan Customer Care 147 yang katanya layanan gangguan dan pengaduan pelanggan. Terhitung Minggu, 3/6/2007 sudah 3 hari koneksi internet saya mati. Awal pengaduan dibilang koneksi saya terblokir. Saya memang terlambat melakukan pembayaran. Hal ini berhubungan dengan kejadian komplain saya sebelumnya. Solusi yang diberikan salah satunya adalah jaringan saya diubah menjadi, yang katanya, lebih baik. Dari Alcatel menjadi HuaWei.Sayangnya setelah perubahan jaringan, surat perubahan berlangganan pun ditinggal begitu saja di rumah saya selama hampir 3 bulan. Ditambah lagi perubahan tarif Speedy yang menjadi lebih murah tidak diimbangi dengan konsep kepuasan pelanggan yang baik. Kebetulan memang saya sedang tugas luar negeri pada saat pembayaran Speedy sehingga saya menitipkan kepada orang rumah agar dilakukan pembayaran Speedy sesuai dengan billing statement. Tapi sampai detik ini, billing statement tidak ada yang dikirim ke rumah saya. Lalu bagaimana caranya orang rumah saya yang notabene tidak mengerti penggunaan komputer bisa tahu jumlah yang harus dibayar.Akhirnya pada Jumat, 1/6/2007 Speedy saya resmi diblokir. Padahal sekembali dari luar negeri saya sangat memerlukan koneksi internet untuk report email. Hal pertama yang saya lakukan adalah menghubungi 147. Memang saya diberikan telepon pribadi seorang Customer Care Jakarta Pusat, tapi pada saat itu hari libur. Di 147 saya diterima oleh Ari. Dia mengatakan agar saya melakukan pembayaran melalui ATM bila koneksi ingin dibukakan hari itu juga. Dia tidak menyarankan untuk melakukan pembayaran di Plasa Telkom dikarenakan keadaan mendesak saya yang membutuhkan koneksi internet. Sebelumnya sudah saya tanyakan, bukankah prosedurnya 1 x 24 jam, tetapi dia mengatakan bahwa dia bisa membantu membukakan isolir langsung sesaat setelah saya melakukan pembayaran via ATM. Hal ini dia meyakinkan dengan memberi contoh salah satu komplain yang masuk sebelum saya. Rumah saya cukup jauh dengan ATM, dan setelah saya di ATM dan memberikan laporan, kali ini yang menerima telepon adalah Saudara Wawan. Dia bilang akan dibuka dalam waktu 1 x 24 jam. Saya merasa dipermainkan dan dibohongi. Sudah jauh-jauh ke ATM malah dibilang internet tidak bisa langsung menyala. Tahu seperti itu lebih baik saya ke Plasa Telkom keesokan harinya. Sampai di rumah mendapati internet belum hidup. Saya kembali menghubungi 147 dan diterima oleh Saudara Ronald. Hal yang sama juga dijanjikan oleh Saudara Ronald. Lagi, saya komplain setelah lebih dari 1 x 24 jam internet tetap tidak menyala. Kali ini diterima oleh Saudara Donny. Penerimaan Saudara Donny ini membuat saya sangat tidak terima. Saya dijadikan permainan. Maaf saja, saya juga pernah bekerja membawahi suatu call center. Saya tahu persis perangkat alat dan ciri khas bunyi telepon bila sedang di-mute atau di-relay atau di-loud speaker. Dengan kurang ajar, saudara Jaja mendiamkan saya yang saat itu sedang emosi, dan berkali-kali menaruh telepon dalam posisi loud speaker agar teman-temannya dapat mendengarkan dan bisa mentertawakan saya. Setelah saya minta dia mematikan loud speaker, reaksinya sungguh kurang ajar. Sambil berbisik dia bilang, "kok dia bisa tahu ya." Mohon perhatian Manajemen Telkom untuk kelakuan para Customer Care 147.Apa semua orang yang menelepon 147 itu bodoh dan bisa dipermainkan. Saya benar-benar tidak terima dengan perlakuan semua Customer Care 147 (Ari, Wawan, Jaja, Ronald, Donny, dan Dewi). Sekarang setelah 1 x 24 jam, alasan mereka telah terjadi gangguan masal untuk internet yang terkena blokir. Mau sampai kapan. Saya harus mengkhususkan ke warnet untuk kirim report email. Kalau begini kinerja Telkom melayani kepuasan pelanggan, apa kabar dengan misi telkom "memberikan layanan One Stop InfoCom dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk, dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif."Dian Nadia Johar Baru 0817766966dian.nadia@gmail.com Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































