Kekerasan oleh Security Bandara Soekarno-Hatta

Suara Pembaca

Kekerasan oleh Security Bandara Soekarno-Hatta

- detikNews
Senin, 04 Jun 2007 12:11 WIB
Keluhan
Kejadian ini terjadi pada hari Minggu kemarin, 3 Juni 2007. Sekitar jam 07:30 pagi istri saya baru kembali dari Semarang di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1B. Kebetulan saya tidak ikut karena sedang berada di luar kota untuk pekerjaan kantor. Sekeluar dari bandara istri saya mencari taksi. Sepengetahuan saya dan istri, jika ingin naik taksi bandara kami diberikan suatu kartu atau kertas putih untuk biaya resmi tambahan. Tetapi pada saat istri saya ingin naik salah satu taksi supir menawarkan tanpa menggunakan argo (lungsum). Mereka meminta tambahan Rp20 ribu (tanpa kartu/kertas resmi bandara) untuk tambahan oknum bandara. Tentu saja istri saya menolak. Setelah sekian lama mondar-mandir akhirnya istri saya memutuskan untuk naik taksi yang baru saja menurunkan penumpang. Setelah barang masuk dan istri saya di dalam taksi tiba-tiba secara kasar 2 orang security bandara menggedor-gedor taksi dan dengan paksa menurunkan barang-barang. Istri saya kaget dengan kejadian tersebut dan menanyakan baik-baik alasannya. Petugas tersebut memberikan alasan jika mereka mengizinkan penumpang mengambil taksi bukan taksi bandara (terdapat stiker di depan mobil taksi), mereka yang akan kena tegur oleh pimpinan. Istri saya mengatakan, "bagaimana mau naik taksi bandara, kalau keadaannya seperti sekarang. Belum apa-apa sudah minta duit Rp20 ribu yang tidak resmi. Tanpa argo lagi (kebetulan uang di dompet istri saya hanya tinggal Rp10 ribu dengan pemikiran akan ambil di ATM di jalan untuk bayar taksi). Setelah beberapa saat cek-cok mulut dengan petugas security tersebut, istri saya kembali mondar-mandir di terminal tersebut hingga jalan ke terminal sebelahnya untuk mencari taksi. Tetapi di semua terminal kondisinya sama saja. Dan yang semakin membuat istri saya panik, ke mana istri saya pergi, selalu di ikuti oleh kedua security tersebut (seperti kriminal). Kemudian istri saya sekali lagi mencoba naik taksi yang baru saja menurunkan penumpang. Tetapi, kejadian yang sama terjadi. Kembali cek-cok mulut ber-ulang. Kali ini yang benar-benar membuat saya dan istri saya shock salah seorang petugas security itu menampar istri saya. Setelah di tampar tanpa meminta maaf, security tersebut diam saja. Istri saya lalu menangis dan berlari mengejar taksi yang lewat dan langsung meminta supir taksi tersebut jalan. Sepertinya petugas security itu belum puas dan tetap mengejar istri saya. Alhamdulillah supir taksi tersebut langsung ngebut tidak mempedulikan security yang mengejar. Di dalam taksi langsung istri saya menelpon saya dan menceritakan kejadiannya. Saya yang berada di luar kota sangat marah. Tetapi tanpa bisa berbuat apa-apa. Pada saat saya tanyakan ke istri saya nama kedua security tersebut, istri saya tidak sempat memperhatikan karena sangat shock.Saya sangat kecewa dengan Manajemen Bandara Soekarno-Hatta. Pertama, tidak hanya calo tiket yang masih banyak terjadi di bandara, tapi hingga calo taksi (meskipun taksi resmi bandara). Kedua, istri saya diperlakukan seperti kriminal oleh security bandara, hanya karena tidak mau mengambil taksi resmi bandara (karena ada calonya). Ketiga, kami sebagai tamu di bandara, yang seharusnya dilindungi oleh petugas security malah diperlakukan sebagai tersangka. Bahkan petugas tersebut melakukan kekerasan. Apalagi hal ini di lakukan ke istri saya yang dalam hal ini wanita yang seharusnya dilindungi.Sungguh saya sedih dan meminta pertanggungjawaban pihak Manajemen Bandara Soekarno-Hatta dengan kejadian yang menimpa istri saya.Boy Aidil SjamAlamat lengkap dan nomor telepon di redaksi.

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads