Keluhan
Peristiwa yang sangat mengecewakan kami alami di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita ketika kami menunggu papa yang sedang dirawat di ruang CVC karena serangan jantung. Dokter atau suster meminta keluarga pasien yang sedang dirawat agar menunggui pasien sehingga jika terjadi apa-apa pihak keluarga dapat segera diberitahu. Rabu, 9/5/2007 ibu saya yang juga baru selesai opname dari RS tersebut beserta pembantu kami datang untuk melihat papa kami. Beliau letih dan ingin istirahat dengan berbaring di kursi. Tetapi, dengan sangat kasar satpam melarang beliau tidur di kursi meski beliau sudah menjelaskan bahwa beliau baru sembuh dari sakitnya dan ingin beristirahat sejenak.Satpam tetap tidak memberi izin. Bahkan sempat mau mengambil paksa alas koran yang dipakai ibu kami sebagai alas istirahatnya di lantai. Ibu dan pembantu kami naik ke lantai 4 untuk beristirahat di sofa. Lagi-lagi satpam tetap mengikuti beliau dan mengusirnya agar tidak istirahat di situ. Atas kejadian ini akhirnya beliau terpaksa dilarikan ke ruang UGD karena tekanan darah tinggi naik dan beliau menceritakan kepada kami tentang perlakuan satpam RS tersebut. Kamis, 10/5/2007 jam 20.15 WIB, saya dan adik juga mendapat perlakuan kasar dari Bp Rinto dan Bp Daryanto selaku satpam lantai III RS tersebut. Ketika kami meminta kembali alas tidur yang mereka simpan karena peraturan manajemen RS keluarga pasien hanya boleh menggunakan lantai III sebagai tempat istirahat setelah jam 21.30 WIB. Dengan sangat arogannya mereka menyuruh kami dengan berkata, "jika mau istirahat tenang silahkan ke "Wisma Harapan Kita" di dalam kompleks RS dengan harga sekitar Rp275,000,00 per hari. Atau jika ibu atau bapak mau istirahat tenang dan gratis, yah, di rumah saja jangan di sini." Sungguh ucapan mereka membuat saya dan adik saya semakin marah.Apakah ini cara RS yang besar dan terkenal di Indonesia memperlakukan pasien dan keluarganya. Kepada pihak manajemen RS Harapan Kita, saya mohon agar para pegawai baik dari tingkat atas sampai rendah diajarkan cara memperlakukan pasien dan keluarganya dengan sopan. Kembalikan fungsi ruang tunggu lantai III sebagai tempat istirahat bagi keluarga pasien seperti dulu. Kepada pihak Departemen Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar menertibkan rumah sakit yang lebih mementingkan keuntungan-keuntungan ganda daripada kemanusiaan dengan cara-cara di atas seperti yang dialami oleh ibu kami yang diperlakukan seperti gelandangan. Bahkan mungkin juga terhadap keluarga pasien yang lain. NovelinPT Agronesia Bumi Persada Menara Batavia lt 22 Jl. KH Mas Mansyur Kav 126 Jakarta 081 6137 9042no_pecxs@yahoo.com Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(msh/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































