Tagihan Bank Mandiri Nyasar

Suara Pembaca

Tagihan Bank Mandiri Nyasar

- detikNews
Jumat, 11 Mei 2007 07:31 WIB
Keluhan
Satu tahun belakangan ini saya sangat terganggu dengan telepon dan tagihan kartu kredit dari Bank Mandiri yang salah alamat. Bagaimana mungkin saya membayar tagihan, sementara saya tidak memiliki rekening maupun kartu kredit di Bank Mandiri.Entah bagaimana mereka mendapatkan nomor telepon rumah saya. Orang yang dicari oleh si penelpon bernama Ida Somali. Nama itu memang mirip dengan nama panggilan saya, Ida. Tapi nama lengkap saya Farida Elmi, bukan Ida Somali.Alamat yang disebutkan oleh si penelepon juga mirip dengan alamat rumah saya. Dia menyebut nama Ida Somali beralamat di Kavling Departemen Luar Negeri No: 108. Sementara saya tinggal di Komplek Departemen Luar Negeri, Transit Bawah No: 108, Kreo Selatan, Larangan, Tangerang.Soal adanya kemiripan nama dan alamat, sebenarnya saya sempat maklum jika terjadi salah alamat. Namun, saya sangat tidak bisa memaklumi jika bank sebesar Bank Mandiri sampai tidak bisa menyadari dan mengoreksi kesalahannya dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan, borok tersebut berbuah kerugian pada orang lain.Baik saya, suami, anak, maupun pembantu - tergantung siapa yang kebetulan mengangkat telepon - sudah berulang kali menjelaskan kenyataan yang sebenarnya soal salah alamat itu. Namun, sepertinya si penagih lebih percaya dengan kesalahannya. Saya juga sudah berinisiatif menghubungi call centre Bank Mandiri. Saat itu, operator memberikan solusi pada saya untuk mengirimkan surat keterangan dan kronologis kejadian pada Bank Mandiri melalui fax. Namun, mesin fax selalu menolak nomor yang diberikan oleh operator itu. Alhasil, penagihan salah alamat itu pun terus berlanjut.Dua hari berturut-turut ini, tagihan nyasar itu kembali menghantui ketenangan keluarga saya. Kebetulan, telepon rumah saya memiliki fasilitas caller ID. Di layar telepon tertera nomer telepon 5515000. Wanita yang berada di seberang telepon mengaku bernama Lia dari Bank Mandiri.Bermaksud untuk mencari jalan keluar, dengan halus, saya meminta penelepon untuk mendatangi rumah saya guna membicarakan masalah ini. Namun, yang terjadi justru menyakiti hati saya. Si penelepon malah membentak saya dan mengeluarkan kata-kata tak sopan. Tanpa memberi kesempatan saya untuk bicara lebih lanjut, dia langsung memutus telepon. Di samping penghentian tagihan konyol ini, saya juga sangat mengharapkan penjelasan dari Bank Mandiri atas kecerobohan mereka. Semoga, ke depannya Bank Mandiri lebih teliti dalam mencatat alamat nasabahnya hingga tidak merugikan lebih banyak orang lagi.Farida ElmiKomplek Departemen Luar Negeri Transit Bawah, No: 108Kreo Selatan, Larangan, Tangerang_____________________________________________________

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(ana/ana)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads