Keluhan
Pada 4 Mei 2007 saya menggunakan jasa maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 550 jurusan Jakarta-Jogjakarta. Karena ada penggantian pesawat yang kemudian diketahui oleh calon penumpang setelah semua penumpang boarding pesawat delay sampai 3 jam dari yang seharusnya take off pada pukul 16.30 menjadi pukul 19.30 WIB.Yang sangat disesalkan oleh sebagian besar penumpang adalah simpang siurnya informasi penyebab delay dan lama delay. Pada awalnya diinformasikan karena adanya penggantian pilot karena pilot yang harus terbang saat itu berhalangan, pilot pengganti masih dalam perjalanan dan posisi di jalan Tol tanpa disebutkan di Tol mana dengan menggunakan kendaraan jemputan awak kabin. Informasi berikutnya Pilot sudah menuju ke bandara dengan menggunakan taxi (pertanyaannya, pilot naik taxi pergi ke bandara atau menuju diskotik?). Saat itu diinformasikan delay kurang lebih 1 jam dari jadwal yang seharusnya.Setelah 1 jam lebih menunggu tanpa ada informasi kapan akan diberangkatkan, penumpang kembali menanyakan jam berapa akan berangkat. Kembali alasan-alasan yang disampaikan oleh petugas Lion didarat yang akhirnya didapat kepastian boarding jam 18.50 WIB dan take off pada pukul 19.30 WIB.Yang saya catat selama menggunakan jasa Lion Air belum pernah sekalipun Lion Air tepat waktu baik jurusan Surabaya-Jakarta, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Manado maupun Manado-Jakarta. Delay terjadi minimal 1 jam sampai 1,5 jam dan terakhir sampai 3 jam. Pada suatu ketika saya boarding di Jakarta menuju Jogjakarta pernah mendapati rute Jakarta Kalimantan (lupa kota mana) delay sudah mencapai 5 jam. Saat itu jam menunjukkan pukul 20.15.Melalui tulisan ini saya sangat mengharap:1. Pelayanan Lion Air agar lebih proffesional. Launching B737-900ER yang merupakan kebanggaan Lion Air sebagai maskapai pertama yang menggunakannya sangat tidak berarti dengan pelayanan seperti itu.2. Pelanggan hendaknya tidak hanya dihadapkan kepada petugas loket atau orang-orang yang tidak bisa mengambil keputusan pada saat-saat kritis. Perlu adanya contact person di head office. Telepon head office selama ini bagi pelanggan Lion Air seperti ada didalam fire wall.3. Perlu dijelaskan kepada seluruh calon penumpang penyebab delay. Selama ini selalu karena alasan operasional tanpa dijelaskan alasan operasional seperti apa.4. Hapuskan kesan bahwa Lion Air seperti angkot atau Metro Mini yang berangkat setelah penumpang penuh.5. Jika terjadi delay yang tidak dapat dihindari hendaknya calon penumpang diberikan kompensasi atau delay yang terjadi. Tidak seperti selama ini jika calon penumpang membatalkan penergangannya akan dikenakan charge 25% dari harga tiket yang tertera tanpa ada kompensasi apapun jika terjadi delay.Tjutjuk Hari PurwantoJl Embong Trengguli 19-21 SurabayaEmail : thpurwanto@pln.co.id__________________________________ Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(ana/ana)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































