Keluhan
Saya sangat kecewa dengan kinerja PT Telkom Indonesia. Ada 2 line telepon di kantor tempat saya bekerja yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto KM 8, Jatake - Tangerang, mati sejak tanggal 7 Maret 2007. Dan seperti biasanya saya langsung melaporkan line telepon yang mati tersebut ke Telkom 147.Pada tanggal 12 Maret 2007, saya mendapat kabar dari salah seroang petugas PT Telkom bagian gangguan bahwa kabel telepon yang menuju kekantor kami telah rusak parah (tercacah) akibat dari galian pipa gas yang memang sedang dilakukan disepanjang jalan tersebut. Mereka menyampaikan bahwa itu bukan lagi tanggung-jawab mereka, tetapi adalah tanggung jawab bagian pemeliharaan dan mereka sudah meneruskan laporannya kepada bagian pemeliharaan pada tanggal tersebut.Pada tanggal 20 Maret, saya langsung menghubungi petugas bagian pemeliharaan, tetapi jawaban yang saya dapat sungguh mengecewakan. Petugas tersebut mengatakan bahwa laporan saya baru masuk kemejanya pada hari itu. Saya sangat kecewa karena sebenarnya petugas tersebut sudah menerima laporannya sejak tanggal 12 atau 13 Maret, maaf saya kurang pasti, tetapi itu semua ada tercatat dalam record 147.Pada tanggal 27 Maret 2006, saya berbicara dengan bapak Supervisor dibagian pemeliharaan, beliau adalah atasan langsung dari petugas yang saya hubungi pada tanggal 20 Maret 2007. Bapak Supervisor tersebut bilang bahwa laporannya baru masuk kemejanya pada hari itu dan dia sudah langsung memerintahkan anak-buahnya untuk bergerak pada hari itu juga, (jadi belum ada yang dikerjakan sejak tanggal 20 Maret ... ?) Bapak Supervisor berjanji bahwa dalam 2 hari akan memberikan kabar.Dikarenakan tidak ada kabar pada tanggal 29 Maret 2007 dan kondisi telepon masih mati, saya menghubungi kembali bapak Supervisor pada tanggal 30 Maret 2007 dan jawabannya adalah masih mencari titik-titik kerusakan dan bapak itu tidak bisa memprediksikan kapan perbaikan akan selesai, alasannya karena ini bukan kerusakan umum.Hari ini, tanggal 4 April 2007, line telepon kami masih mati. Dikarenakan bapak Supervisor tidak bisa memprediksikan. Saya memutuskan untuk menghubungi petugas yang pertama kali menangani gangguan, dan jawabannya adalah sebuah pertanyaan yaitu "oh masih mati ya bu?"Saya lelah dengan semua ini, sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan, apakah para petugas tersebut telah memperbaiki line yang mati? Apakah mereka bekerja dengan deadline? Apakah PT Telkom tidak mempunyai standard waktu perbaikan? Apakah PT Telkom tidak mempunyai alat untuk mendeteksi titik-titik kabel yang rusak secara cepat? Empat minggu telah berlalu, berapa lama lagi kami harus menunggu.Apakah kami harus memaklumi bagian-bagian PT Telkom mana yang bertanggung-jawab atas matinya line telepon kami? Bukankah kami hanya membayarkan tagihan atas pemakaian kami hanya kepada satu PT Telkom saja?.Dengan surat ini saya ingin bertanya kepada bapak-bapak pejabat PT Telkom yang berada diatas sana. Seberapa sulitkah birokrasi dalam PT Telkom, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki gangguan? Apakah bapak-bapak mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan?. Saya hanya karyawan biasa pak, sangat tidak adil buat saya menerima kemarahan atasan-atasan saya dikarenakan service dari PT Telkom yang teramat sangat mengecewakan.Demikian dan terima kasih.EnaJl. Gatot Subroto KM 8 Jatake, TangerangTelp. 021 - 591 5386ena@maxidrill.net Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































