Keluhan
Saya ingin menuturkan pengalaman saya minggu lalu (18/3/2007) saat menonton film Ghostrider di Blizt Megaplex Bandung. Saat itu kami berlibur ke Bandung, kemudian kami berjalan-jalan ke Paris Van Java. Saya dan kakak perempuan saya mengajak Ibu kami yang sedang sakit kaki dan pacar saya yg mengunakan kursi roda untuk nonton film Ghostrider pukul 19.45. Sebelum kami membeli tiket kami memastikan bahwa ada jalan/lorong yang landai untuk pacar saya yang mengunakan kursi roda. Petugas penjualan tiket bernama Jeffry menjelaskan ada kursi untuk disable di bagian depan. Tapi kami bilang kalau bagian depan susah nonton apalagi saya memiliki kondisi mata yang kurang bagus.Kalau di bagian tengah bagaimana? Dia memastikan bahwa jalan ke bangku tengah bisa dilewati dengan kursi roda. Akhirnya kami membeli 5 tiket termasuk sopir. Kakak perempuan, Ibu dan pacar saya masuk duluan ke dalam Studio 5. Saya di luar menukarkan 4 tiket dengan popcorn, dan menunggu sopir saya untuk masuk bersama. Di dalam bioskop saat masuk, kami tiba di bagian depan di dekat layar dan saat itu film baru mulai 3-5 menit. Kursi roda pacar saya tidak bisa dinaikkan ke tangga-tanga kecil di lorong nomor tempat duduk kami karena tangga tersebut tidak teratur tinggi rendahnya. Akhirnya dia mengalah duduk di depan tapi ngomel, saya mencoba untuk memanggil petugas agar dia bisa digendong ke atas. Pacar saya menolak keras, dia mau pulang saja. Mata saya juga sakit karena melihat cahaya dari layar yang sangat tajam. Dua menit kemudian saya keluar untuk komplain ke Jeffry, penjual tiket yang tidak memberikan informasi yang benar tentang kondisi di dalam bioskop sebab dia tidak menjelaskan kondisi tangga yang sulit dinaiki. Lalu ada Spv bernama Yadi menanyakan, kami maunya apa. Saya bilang saya ingin refund 5 tiket yang saya beli karena kami tidak bisa menonton film dalam kondisi seperti itu. Baik katanya, lalu potongan tiketnya mana? Saya menjelaskan bahwa 4 potongan tiket telah diambil waktu saya menukar popcorn dengan mbak-mbak yang bertugas, katanya mau distempel. Namun karena saya buru-buru, potongan ticket tidak sempat saya ambil. Kemudian dia bertanya lagi potongan tiketnya, hingga pertanyaan yang sama untuk ketiga kali saya marah. Saya bilang ke Pak Yadi, coba mengerti posisi saya, untuk apa saya menyembunyikan tiket. Tiket itu memang diambil oleh petugas popcorn dan belum dikembalikan. Ini popcornnya masih utuh belum saya makan sama sekali. Kalau saya tidak punya potongan tiket apa mungkin saya dapat popcorn. Kemudian dia bilang ini prosedur, oke saya mengerti. Kita cek sama-sama ke petugas popcorn, tiket film saya Ghostrider tidak ada, yang ada 4 tiket film lain berjudul 300. Dia bilang 4 tiket saya tidak ada. Saya ngotot mana mungkin 4 tiket saya bisa hilang begitu saja.Pak Yadi membentak saya, dia bilang mbak, saya juga bisa marah-marah, saya cuma bisa refund 1 tiket yang mbak pegang saja. Lalu dia mengeluarkan uang Rp 25 ribu untuk sisa tiket yang saya pegang. Saat itu saya sangat kecewa dan tersinggung. Baik, saya tidak perlu uang itu, saya bilang makan itu prosedur dan uang tiketnya sekalian. Kemudian saya mengajak seluruh keluarga saya pulang. Saya menyesalkan pelayanan buruk yang saya terima. Saya sangat mengharapkan ada perbaikan layanan dari Blizt Megaplex Bandung. Sayang kan bioskop yang megah dan bagus tetapi memiliki sistem pelayanan yang tidak bersahabat untuk orang-orang yang kurang beruntung. Bukankah mulia memberikan pelayanan dan informasi yang membantu untuk orang-orang disable sperti Ibu saya yang mengunakan tongkat dan pacar saya yang berkursi roda. Happy Herawati021-70262803Jl Alaydrus 18 PetojoJakarta Pusat 10130_____________________ Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(ana/ana)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































