Citibank Merugikan Saya

Suara Pembaca

Citibank Merugikan Saya

- detikNews
Senin, 05 Feb 2007 15:44 WIB
Keluhan
Membaca berita mengenai kasus kekecewaan nasabah terhadap Kartu Kredit terbitan Citibank di Indonesia, membuat saya malas untuk berhubungan dengan Citibank sepulang saya bekerja di Negara Kincir Angin, di samping saya masih memiliki kartu kredit.Akan tetapi dikarenakan pekerjaan baru saya di Indonesia, dan rekomendasi dari perusahaan di mana saya bekerja, maka saya 'terpaksa' mendaftar menjadi nasabah kartu kredit Citibank. Namun beberapa masalah timbul, seperti lamanya proses (yang masih masuk akal), lalu limit kredit yang sukar diupgrade (meskipun setelah perusahaan saya turun tangan, semua bisa diatasi untuk sementara). Dan akhirnya baru-baru ini saya mendapatkan masalah yang menurut saya sangat luar biasa bagi sebuah PMA di Indonesia.Pertama, janji dari seorang customer service mengenai perhitungan bunga. Karena bosan mendapatkan jawaban dari online customer care, saya mendatangi kantor Citibank di Bandung. Dalam waktu singkat, Ibu Tyas yang membantu saya per telepon berjanji memberikan perhitungan manual tentang bunga ini. Tetapi satu minggu kemudian, janji itu tidak ditepati, bahkan setelah saya telpon ulang ke nomor 69999 lewat ponsel saya, Ibu Tyas berjanji akan menelepon saya. Sampai saya tulis surat ini, telah lewat 2 minggu dan tidak ada kelanjutan dari masalah ini.Apakah bila berkaitan dengan kepentingan nasabah maka customer care menunda pemenuhan janji, tetapi sebaliknya bila berkaitan dengan kepentingan perusahaan maka Customer care berusaha untuk menjemput bola?Kedua, mengenai Overlimit Fee. Selain Citibank Gold, saya memiliki kartu Citibank Cash back. Tertarik dengan tawaran Cashback, saya kemudian mengajukan aplikasi. Masalah timbul ketika saya menggunakan kartu Cashback ini melebihi batas kredit yang diberikan. Saya harus membayar Rp 50.000,00 untuk overlimit fee. Saya sangat keberatan dengan masalah ini. Saya memakai kartu ini sewaktu tugas di luar negeri, dengan kurs yang tidak saya ketahui. Pengalaman saya dengan Citibank Gold juga dengan kartu kredit sebelumnya yang saya miliki, begitu pemakaian sudah mendekati limit, maka kartu tersebut tidak bisa lagi dipakai untuk transaksi berikutnya. Berbeda dengan kasus kartu cashback ini di mana saya masih bisa memakai kartu sekalipun ternyata di perincian penggunaan, overlimitnya mencapai 32% dari total batas limit kredit yang diberikan. Sistem computer apa yang mengijinkan hingga 32% kelebihan tanpa warning sebelumnya (bukan SMS alert yang saya maksud)Apakah saya harus membawa-bawa kalkulator setiap saat saya bertransaksi dengan menggunakan kartu cashback ini? Apakah sistem computer Citibank tidak bisa mengantisipasi hal ini demi mencegah nasabah menggunakan kartu hingga overlimit? Kenyataannya Citibank Gold dapat membatasi saya, sedang Cashback ini tidak. Apakah berbeda sistem komputernya? Saya bukan melihat dari nilai yang Rp 50.000,00 tersebut, tetapi membayar biaya tersebut, berarti saya mengakui bahwa saya dengan sadar memakai kartu hingga overlimit. Berbeda tentunya apabila saya dengan sengaja meminta kelonggaran untuk memakai kartu hingga overlimit. Ini berarti saya sadar telah melanggar batas kredit saya dan siap menanggung risikonya. Saya percaya kepada sistem komputer Citibank untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan saat saya bertransaksi, tapi nyatanya, saya seolah-olah harus mencatat pengeluaran dan membawa-bawa kalkulator saat menggunakan kartu Citibank Cashback saya. Saya sudah komplain masalah ini ke customer care, tetapi jawaban yang saya peroleh selalu sama: 'kami catat', tanpa ada kelanjutan. Apakah hanya janji-janji belaka seperti yang dilakukan oleh Ibu Tyas kepada saya di kasus pertama? Apakah kasus kedua ini juga akal-akalan Citibank seperti keluhan customer anda di detik.com per 23 Januari 2007 lalu?Mohon beri solusi dan pernyataan, dan bukan janji-janji belaka.+62 22 8427 5907

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads