Pemblokiran Telkomsel Mengecewakan

Suara Pembaca

Pemblokiran Telkomsel Mengecewakan

- detikNews
Jumat, 12 Jan 2007 13:07 WIB
Keluhan
Pada 22 Desember saya tertimpa musibah kecopetan handphone, tetapi yang lebih sialnya lagi adalah saya harus membayar sejumlah tagihan kartuHalo dengan nomor 0812188xxxx dengan jeda pemblokiran sekitar 1 hari saya harus membayar extra Rp 400.000 karena dipakai si pencopet.Kronologi pelaporan pada 22 Desember saya menggunakan telepon rekan saya untuk menghubungi Telkomsel.22 Desember 2006 Telepon 1: Untuk melacak keberadaan si pencopet saya sempat menanyakan pemblokiran one-way, menurut operator hanya bisa di GraPari (waktu itu saya belum konfirmasi untuk blokir, saya sedang mempertimbangkan untuk memblokir keesokan harinya).Karena feeling memburuk dan ada kemungkinan penyalahgunaan oleh pencopet, maka saya telepon kembali.Telepon 2: Saya minta diblokir untuk nomor saya tersebut, tetapi menurut Sdr Operator ada perbedaan database sehingga saya harus mengirim fax. Pada saat ini saya ngotot juga minta tolong diblokir pada saat itu juga dan tidak mau bertanggung jawab jika ada extra biaya. Operator ini hanya mengatakan bahwa saya harus mengirim fax KTP dan telepon putus. Yang ditanyakan hanya tanggal lahir saya (setahu saya sih, tanggal dan tempat lahir saya dari dulu sampai sekarang tidak berubah) kalau misalnya jadi berubah saya juga ndak tahu wong yang saya tahu ya itulah tanggal lahir saya.Telepon 3: Untuk memastikan no fax dan usaha ulang untuk memblokir saya telepon kembali ke Caroline, dan saat itu saya juga mengirimkan fax ke Telkomsel (saya sudah lupa nomornya, waktu itu saya kirimkan melalui wartel) Wah ngirimnya ke wartel pun dengan usaha karena lagi hujan gede.23 Desember 2006Saya coba telepon nomor HP saya yang hilang.Wah masih tersambung, maka saya telepon Telkomsel lagi. Pemblokiran berjalan dengan mulus, bahkan saya tidak perlu mengirim fax apa pun untuk pemblokiran ini. Data saya yang pada hari sebelumnya dipertanyakan jadi tidak ada masalah.28 Desember 2006Saya mencoba ke GraPari Gatsu untuk menutup nomor tersebut, cukup terkejut juga dengan angka tagihan yang cukup besar, karena saya cukup rajin mengecek melalui Anita pemakaian berjalan, dan mengajukan komplain mengapa telepon saya baru diblokir 23 Desember 2006 belum ditutup karena saya tidak mau bayar tagihan yang berlebihan.5 Desember 2006 Saya ke Grapari untuk meminta list tagihan terakhir, dan betul saja terdapat penggunaan diluar kewajaran. aya coba menghubungi Telkomsel dan tersambung dengan Sdri Wati lalu dia menjelaskan bahwa petugas pada 22 berasumsi bahwa saya akan ke GraPari dan tidak berniat memblokir (iya memang semula saya berniat akan ke Grapari tetapi karena Grapari sangat terbatas maka saya waktu itu telepon ulang dan bahkan mengirim Fax), Sdr. Wati berjanji akan mengecek kembali.10 Desember 2006Sdri. Indri menelpon saya dan menyatakan bahwa sebaiknya saya membayar saja tagihan tersebut selama masih dalam pengusutan, Mbak Indri seraya mengatakan bahwa daripada nanti kartunya diblokir. Ancaman pemblokiran sih buat saya nggak ada artinya karena buat saya nomor itu memang tidak akan saya gunakan lagi. Pada Sdri Indri saya menceritakan kronologis cerita yang lebih lengkap mengenai pada saat blokir saya dimintai check ulang data dan mengirim fax, tapi pada saat saya akan konfirmasikan pengiriman fax ini, saya kesulitan menghubungi Telkomsel. Dan toh kalau dari telepon kedua pada 22 Desember, si operator hanya berkata bahwa kirim fax saja untuk meminta pemblokiran. Sdri Indri berjanji akan menghubungi saya lagi.12 Desember 2006 Seorang customer service dari Telkomsel menelepon saya (tetapi tidak menyebutkan namanya), pria, dan sedikit tidak ramah menurut saya. Lalu dia menyatakan Ibu ada komplain kan masalah pemblokiran, dia juga bilang kartunya sudah terblokir kan 23 Desember 2006 dan dia menyatakan permohonan maaf. Terus dengan permohonan maaf ini apakah dari tgl 22 Desember 2006 pukul 22.00 -23 Desember 2006 biaya percakapan dihilangkan dari tagihan untuk keperluan penutupan kartu? Ternyata tidak. Pernyataan maaf sekedar mohon maaf saja. Saya sih memaafkan kesalahannya tetapi saya keberatan membayar tagihan yang memang tidak seharusnya saya bayarkan. Saya bersedia membayar tagihan tertanggal 1 Desember - 22 Desember pukul 22.00 (setelah saya mengirimkan fax).Alasan yang disampaikan oleh customer service dari Telkomsel adalah : betul mereka telah menerima fax tersebut, mereka baru menerima fax pada 23 Desember 2006. Waaaaah mana mungkin baru menerima fax pada tanggl tersebut. Saya curiga bahkan fax tersebut baru dicheck diperiksa setelah saya mengajukan komplain beberapa hari lalu.Apa gunanya dong diminta untuk mengirim fax tapi tidak ditindaklanjuti atau dicheck secara berkala. Beberapa hal yang membingungkan bagi saya mengapa pada 23 Desember bisa diblokir sementara 22 Desember harus disertai dengan Fax (dan usaha ini sudah dilakukan pun tetap tidak diblokir).Pertanyaan ini dijawab oleh customer care bahwa pada tanggal 12 Desember, pada 22 Des dia tidak yakin bahwa yang menelpon adalah saya sendiri sementara pad 23 Desember petugasnya memang menyakini bahwa yang telp adalah saya. Padahal dua-duanya yang telepon saya.Beberapa masukan untuk Telkomsel1. Terlalu banyak hal yang hanya bisa dilakukan di GraPari sementara jam buka GraPari terbatas (sulit bagi pekerja seperti saya untuk meninggalkan kantor dan harus datang ke GraPari). Belajar dari CitiBank karena ongkos atau biaya mengoperasikan sebuah bangunan fisik cukup mahal maka banyak hal banyak dibantu oleh callcenter bahkan untuk pelaporan kartu hilang dan penerbitan kartu baru bisa dilakukan melalui call center, termasuk juga blokir untuk one-way dsb.2. Pemblokiran terutama dengan laporan kehilangan seharusnya dipermudah, sehingga tidak merugikan konsumen.3. Atau kalau memang banyak fasilitas yang dikebiri di call center mohon Graparinya diperbanyak.4. Perbaiki kualitas call center, terutama yang jaga malam juga. Saya memaklumi mungkin karena malam jadi capek dan lain-lain, tapi itu kan konsekuensi pekerjaan. Jangan sampai merugikan konsumen dan perusahaan juga pada akhirnya. Terus dikompakin dong jawabannya satu sama lainnya masa sih kok beda-beda.vingtseptjan@yahoo.com Telepon di redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads