Keluhan
Istri saya (pelanggan Pra-bayar Esia No. 93031353) pada tanggal 12 November 2006 menerima SMS dari 8888 yang berisi : "Nada sambung anda sudah diaktifkan dan Anda telah dikenakan biaya Rp 9.000 untuk 30 hari ke depan". Kaget, merasa dirampok oleh Esia, karena istri saya tidak merasa mengajukan fasilitas tsb. Karena penasaran, ternyata pada tanggal 8 November 2006 istri saya menerima SMS lain dari 888 (namun belum sempat dibaca ) yang berbunyi : "Anda mendapatkan fasilitas nada sambung pribadi gratis, jika menolak, ketik RING UNSUB dan kirim ke 888 sebelum tgl 10 Nov 2006 (biaya Rp.250/sms)". Terus terang, kami tidak setuju dengan metode marketing seperti ini. Kami merasa dirampok, dirugikan. Seolah-olah kealpaan pelanggan sangat diharapkan ESIA sebagai potensi mengeruk keuntungan. Hanya karena tidak membaca SMS awal, saya dianggap berminat dengan produk yang sama sekali tidak saya inginkan. Andaikan 50% dari total 500.000 pelanggan ESIA tidak bisa merespons SMS karena berbagai hal seperti HP rusak, sinyal rendah, sibuk,dlsb maka total penjualan nada sambung pribadi yang diterima ESIA sekitar 250.000 x Rp.9000 = Rp. 2,25 milyar. Belum lagi pendapatan dari SMS Unsub sebesar 250.000 x Rp 250 = Rp.62,5 juta. Terus terang, kami memilih ESIA karena tergiur biaya murah yang ditawarkan (Rp 6.000 untuk 1 jam talk time). Dengan memotong Rp.9000 untuk NSP berarti 1.5 jam talk time telah terbuang. Saran kami: 1.Metode marketing agak dibalik sbb: "Jika Anda berminat, silakan SUBSCRIBE ke nomor 888." Artinya, jika tak berminat anggap saja SMS penawaran tsb adalah SPAM SMS. 2.Pilih segmen pasar sebelum menjual suatu produk. NSP mungkin lebih cocok untuk ABG, bukan wanita berusia 32 tahun seperti istri saya. (Silakan lihat data registrasi pelanggan yang pernah kami kirimkan bulan April 2006 lalu). Note: Kami telah menyiapkan keluhan ini kepada ESIA customer care pada tgl 14 November 2006, diterima oleh Bp.Deden yang berjanji akan menelepon balik untuk menyelesaikan keluhan saya. Namun sampai hari ini, tidak ada itikad baik dari pihak ESIA. Kepada pelanggan lain, hati-hati terhadap modus perampokan baru ini.rofiq@toyota.co.id021-93031353 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































