Keluhan
Sehubungan dengan jadwal seminar ke beberapa kota, saya dijadwalkan untuk berada di Makassar 2 November 2006 jam 07.00; Jakarta 3 November jam 15.00 dan November 2006 08.00; Surabaya 5 November 2006 08.00 dan Medan 6 November 2006 08.00. Karena jadwal yang sangat padat dan letak kota yang cukup berjauhan, saya meminta untuk menggunakan pesawat Garuda Indonesia untuk tiap penerbangan saya.Maka pada tanggal 2 November 2006 saya naik Garuda GA 610 13.00 dan tiba pada 16.15 di Makassar. Tidak ada masalah dalam penerbangan ini. 3 November 2006 saya dijadwalkan untuk kembali ke Jakarta jam 10.55 dan tiba pada pukul 12.05; tetapi pada pukul 08.45 saya dihubungi Garuda bahwa akan ada keterlambatan sampai dengan pukul 12.20 dan berarti saya baru akan tiba di Jakarta pukul 14.30, untuk hal ini saya masih bisa mengerti dan menelepon ke rekan di Jakarta bahwa kami tidak bisa memberikan training pada pukul 15.00. Sesampainya di Airport Hasanuddin, ternyata pesawat ditunda lagi sampai jam 13.40 dan baru tiba pukul 16 di Jakarta. Hari ini saya harus menahan team saya sampai jam 9 malam untuk training karena kami bisa tiba di kantor pada pukul 5 sore, dalam keadaan sangat lelah karena menunggu keberangakatan yang di-delay sampai 4 jam di bandara yang panas dan penuh.Tidak sampai di situ, penerbangan ke dan dari Surabaya tanggal 4 & 5 November 2006 berlangsung mulus tanpa keterlambatan, namun pada connecting flight kami yang seharusnya berangkat ke Medan pada jam 18.55 baru diberangkatkan jam 19.50.Puncaknya adalah pada 6 November 2006, saya kembali seorang diri ke Jakarta naih GA 193 di jadwalkan berangkat pukul 16.45, pada saat check in saya diberitahu bahwa pesawat akan diberangkatkan jam 19.20; bisa dibayangkan betapa kecewa dan kesalnya saya saat itu. Saya sudah datang di bandara pada pukul 15.30 sesuai ketentuan Garuda Indonesia, tetapi saya hanya diberitahukan di check in counter, lalu untuk apa saya meninggalkan semua nomor handphone dan kantor saya pada saat reservasi kalau Garuda tidak mnghubungi saya pada saat keterlambatan lebih dari 3 jam? Tidak itu saja, ketika saya menanyakan hal ini pada petugas check in, dia mengatakan bahwa saya memesan melalui travel jadi mereka menelepon ke travel. Saya bingung, kenapa waktu pesawat terlambat di Makassar, Garuda Indonesia Makassar bisa menelepon saya, padahal pemesanan tiket dilakukan bersamaan? Lagipula, apa dengan demikian karena bisa menelepon, Garuda bisa bebas terlambat terbang lebih dari 10 jam dalam 5 hari penerbangan saya? Yang lebih menyebalkan, penerbangan ke Garuda dengan GA 195 dan GA 197 yang seharusnya berangkat lebih sore dari saya (jam 17.00 dan 18.00) diberangkatkan terlebih dahulu.Berkali-kali saya bertanya dan selalu dijawab, belum, tunggu saja. Bagaimana bapak bapak pejabat Garuda kalau dalam posisi saya selaku penumpang? Waktu saya disia-siakan oleh Garuda lebih dari 10 jam, karena akhirnya pun baru berangkat jam 20.00 dari Medan dan baru tiba di Jakarta jam 22.00 malam.Apa ini yang disebut dengan pelayanan lebih baik? Lebih baik dari mana? Dari yang terburuk? Saya memilih Garuda karena saya membutuhkan ke-ontime -an nya yang katanya sekarang bagus, sesuai dengan iklan dan penghargaan yang diterima di Schipol; meskipun saya harus bayar lebih mahal, saya mau, karena saya percaya.Terimakasih,elisabeth@rafflescampus.com GFF. 806 340 905 Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































