Keluhan
Pada liburan Lebaran saya ke Bali, dan diajak teman ke Trunyan karena menurut teman saya 10 tahun yang lalu sangat bagus dan berkesan. Tetapi setelah menempuh perjalanan yang jauh dari Kuta ke Kintamani-Trunyan, kami harus sangat kecewa sekali dengan keadaan di sana, padahal alamnya sangan indah sekali. Namun masyarakatnya sangat kampungan dan sangat tidak terdidik, karena ketika kami sampai langsung mobil kami dikerumuni pedagang asongan yang terkesan sangat memaksa dan kasar. Kami menawar boat untuk menyeberang ke Trunyan guna melihat mayat, setelah menawar perasaan saya tidak enak karena saya merasa terancam dengan pedagang dan penawaran boat yang kasar, sehingga akhirnya saya menolak dan ingin putar balik tetapi si pihak boat berteriak " mau ke mana" dengan sangat kasar sekali. Untungnya kami bisa pergi dari sana. Saya harapkan ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun pengelola tempat wisata tersebut karena sayang sekali tempat yang begitu indah harus dikotori oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Para wisatawan lokal saja takut apalagi wisatawan asing karena kondisi tempat wisata tersebut sekarang sangat sepi.peocnet@jacc.orion.net.id Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































