Keluhan
Saya pemegang kartu kredit Standard Chartered Bank (SCB) Nomor 4511 9700 0xxx 1xxx. Setelah sekian lama saya memakai kartu tersebut, saya mendapat fasilitas KTA (Kredit Tanpa Agunan). Karena masalah keuangan keluarga, saya terlambat membayar tagihan. Mereka menelepon hampir tiap hari, bisa ke ponsel saya, bisa ke rumah, bisa ke kantor, bahkan bisa ke referensi. Ada kalanya saya tidak dapat menjawab telepon mereka, misalnya sedang rapat. Mereka segera menelepon ke telepon lain dan meninggalkan pesan bahwa saya belum membayar tagihan Rp 10 juta lebih. Setelah pinjam sana sini, bulan Juli 2006 tagihan sudah saya lunasi, dan saya diminta mengirim bukti pembayaran via KlikBCA (melalui faks dan juga saya kirim via kurir). Staf yang berurusan dengan saya adalah Sdri Jenny dari SCB Surabaya.Tiba-tiba, bulan September saya ditelepon lagi oleh SCB Surabaya (Sdri Yolanda), bahwa saya belum melakukan pembayaran. Saya bilang sudah dan bukti-bukti sudah saya faks dan saya kirim. Tidak sampai satu jam kemudian, atasannya (Sdri Heri) menelepon, mengatakan jangan coba-coba sama SCB. Saya katakan bahwa saya sudah kirim bukti-bukti pembayaran, tapi dia mengatakan bahwa bukti dari KlikBCA hanya akal-akalan saya saja. Saya katakan, kalau terlambat membayar seminggu akan ditelepon apa tidak? Dijawab: "Pasti". Nah, saya sudah dua bulan tidak ditelepon, berarti ada apa ini? Dia menjawab, yang menentukan sistem kami, bukan Bapak. Saya juga mengatakan bahwa urusan saya selama ini dengan Sdri Jenny, mereka katakan tidak pernah ada karyawan dengan nama itu (aneh bukan?).Lalu saya telepon SCB Jakarta, apa benar pembayaran saya belum masuk, mereka jawab sudah, tetapi masuknya ke rekening KTA saya. Saya minta agar uang dikembalikan, mereka setuju, saya diminta menunggu 3-4 hari kerja. Selagi menunggu, saya ditelepon SCB Semarang (Sdri Rara) yang menagih saya lagi, saya katakan dananya sedang saya tunggu dari SCB Jakarta. Sdri Rara mengatakan: "Tidak mungkin Pak, SCB bisa menransfer dana ke nasabahnya".Namun setelah dana saya terima, segera saya bayarkan melalui ATM ke nomor yang diminta oleh Sdri Rara. Pembayaran saya lakukan, saya faks buktinya ke mereka, tetapi sampai 3 jam kemudian mereka bilang belum menerima dana dari saya. Bukti ATM saya faks tiga kali dengan jarak 30 menit, mereka bilang tetap tidak menerima! Maka saya kirim salinannya lewat TIKI.Sejak itu tidak ada kabar apa-apa lagi dari SCB. Padahal dalam surat pengantar, saya minta SCB mengirimkan Bukti Pelunasan (bermeterai Rp 6.000) kepada saya, seperti yang dikatakan Sdri Heri bahwa setiap pelunasan pasti akan diberi Bukti Pelunasan.Kini sudah hampir dua bulan, saya belum juga menerima bukti pelunasan itu. Saya sudah kapok dengan SCB. Anda yang juga memiliki kartu SCB, berhati-hatilah agar jangan menghadapi masalah seperti saya. maswing@gmail.comalamat dan telepon pada redaksi Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































