Keluhan
Saya adalah nasabah Standard Chartered Bank dalam program personal loan sejak 2 tahun yang lalu. Selama ini tidak pernah ada masalah karena saya selalu membayar tepat pada waktunya, jatuh tempo selalu tanggal 28 setiap bulannya tidak pernah terlambat sekalipun. Namun pada bulan kemarin (28 September) dikarenakan ada suatu halangan menyebabkan saya tidak dapat membayar tepat waktu. Baru terlambat membayar 1 hari saja saya sudah ditelepon oleh pihak Stanchard, namanya Dewo. Saya menjelaskan secara baik-baik alasan saya tidak dapat membayar dan mohon diberikan waktu. Lalu 2 hari kemudian saya ditelepon kembali oleh pihak Stanchard (wanita, saya lupa namanya) dan kembali saya menjelaskan alasan mengapa saya belum dapat membayar dan mohon diberikan waktu lagi.Singkat kata hampir setiap hari saya ditelepon dan ditagih secara kasar khususnya oleh yang bernama Dewo. Akhirnya karena saya tidak tahan handphone saya selalu berbunyi setiap hari, pagi, siang dan malam juga, saya melakukan pembayaran pada tanggal 18 Oktober sebesar yang setiap bulan saya transfer kepada Stanchard.Puncak kejadian yang tidak berperikemanusiaan ini terjadi pada 20 Oktober 2006. Saya kembali ditelepon oleh Dewo yang mengaku jabatannya adalah pimpinan dari nomor handphone 0818773xxx. Dia mengatakan bahwa dia sudah menerima pembayaran saya tetapi belum denda keterlambatannya sebesar Rp. 75.000. Saya sungguh terkejut dan menjawab selama ini setiap hari saya ditelepon disuruh membayar tapi kenapa tidak pernah diberitahukan soal saya diharuskan membayar dendanya juga. Dia menjawab itu sudah peraturan lama, yang saya sesalkan adalah kenapa saya tidak diberitahukan, bukankah itu menjadi kewajiban pihak bank memperingatkan bahwa dikenakan denda. Selama ini saya tidak pernah tahu soal denda tersebut karena saya memang tidak pernah terlambat membayar.Dewo memaksa agar saya mentransfer dendanya pada hari itu juga, dan lebih parahnya lagi dia mengancam apabila saya tidak membayar pada hari itu juga maka jangan salahkan jika suasana lebaran di rumah Anda berubah menjadi suasana duka. Apa maksudnya dengan "suasana duka"? Apakah dia akan membunuh saya jika saya tidak membayar pada hari itu juga? Dan dia juga menghina saya "Orang miskin tapi sombong dan belagu."Sungguh saya tidak dapat menerima perkataan dia yang seperti itu. Orang menagih utang pun ada aturannya tidak perlu dengan cara memaksa dan mengancam seperti itu. Seharusnya dia dapat melihat apakah saya adalah orang yang harus diancam, mengingat saya selama ini tidak pernah terlambat membayar.Dari kejadian ini saya sungguh-sungguh kecewa terhadap pelayanan Standard Chartered Bank yang tidak profesional dan tidak berperikemanusiaan.Untuk itu saya harapkan kepada pembaca detikcom agar berhati-hati dalam berhubungan dengan Standard Chartered Bank supaya kejadian yang saya alami ini tidak terjadi pada Anda sekalian.viana_lie27@yahoo.comTelepon dan alamat pada redaksi Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































