Hati-hati Naik Garuda

Suara Pembaca

Hati-hati Naik Garuda

- detikNews
Selasa, 17 Okt 2006 16:56 WIB
Keluhan
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 7 September 2006, saya naik pesawat Garuda dari Jakarta tujuan Batam. Pada saat itu kami berangkat rombongan (4 orang), masing-masing punya bagasi, dengan membawa perlengkapan untuk selama 3 hari perjalanan. Saya sendiri membawa 1 koper ukuran sedang yang berisi pakaian dan beberapa dokumen. Pendek cerita setelah kami sampai di Airpot Batam, kami semua antre untuk mengambil bagasi masing-masing. Tidak berapa lama semua telah menemukan bagasinya, begitu juga penumpang yang lainnya. Sementara saya hingga seluruh penumpang meninggalkan tempat pengambilan bagasi belum juga menemukan koper saya. Di tempat tsb masih tertinggal satu buah koper yang ukurannya sama dengan koper saya namun berbeda warna. Alangkah terkejutnya saya setelah dicek ternyata nomor bagasi yangg ada di koper tsb sama dengan nomor yang ada di tiket saya. Tapi jelas barang itu bukan milik saya.Saya laporkan kepada petugas Garuda yang ada di airpot, oleh petugas laporan saya diterima dan dicatat dan mereka berjanji akan berusaha untuk menghubungi airpot yang lain yang check in berbarengan dengan saya pada saat berangkat dari Jakarta. Asumsi mereka bahwa kesalahan ini terjadi pada saat check in di Cengkareng, di mana petugasnya salah menempelkan label bagasi (asumsi petugas Garuda di airpot Batam) sehingga jika tertukar denga bagasi milik penumpang lain, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada orang yang komplain atas tertukarnya bagasi tsb saya pun dijanjikan akan dihubungi segera setelah ada informasi itu. Kenyataannya hingga 3 hari kemudian sewaktu saya akan kembali lagi ke Jakarta tidak ada informasi yang mereka terima atas komplain tertukarnya bagasi. Terus terang dengan rasa kecewa saya pun harus kembali dengan tidak menemukan koper saya yang hilang itu, selama di Batam saya pun terpaksa harus beli baju, celana serta keperluan lainnya, karena semua yang saya bawa dari rumah ada dalam koper tsb. Selanjutnya sebagai bukti bahwa bagasi saya tertukar, koper yang bukan milik saya tsb saya bawa ke Jakarta untuk saya perlihatkan pada petugas Garuda di Cengkareng dengan perantara teman saya yang memang setiap harinya kerjanya di airpot. Menurut teman saya kejadian ini sudah dilaporkan ke kantor Garuda dan tanggapannya saya disuruh menunggu 1 bulan utk proses selanjutnya dan hingga hari ini tanggal 17 Oktober 2006, saya belum lagi mendapat informasi tentang itu.Kesimpulan saya, kejadian tsb bukan karena tertukar dengan penumpang lain, tapi sengaja ditukar oleh petugas bagasi yang ada di airpot Jakarta dengan koper yang sudah mereka siapkan. Karena jika tertukar dengan penumpang lain, pasti orang tsb akan melakukan hal yang sama dengan saya, melapor ke petugas bandara setempat. Kenyataannya hingga saat ini tidak ada yang melapor atas tertukarnya bagasi tsb. Untuk itu saya mengimbau kepada calon penumpang Garuda hati-hati dengan modus penukaran label ini dan kepada pihak Garuda agar kejadian ini menjadi perhatian yang serius bagi manajemen untuk tidak terulang lagi, apalagi saat ini Garuda sedang berbenah diri untuk menjadi perusahaan penerbangan terbaik dan dipercaya oleh konsumennya.Rosidi@zircon.timah.co.idalamat dan telepon di redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/nrl)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait