Pengalaman Buruk dengan Adam Air

Suara Pembaca

Pengalaman Buruk dengan Adam Air

- detikNews
Jumat, 28 Jul 2006 14:45 WIB
Keluhan
Saya dan teman kantor mengalami pengalaman buruk dengan Adam Air pada tanggal 26 Juli 2006, flight No. KI 292 dengan rute penerbangan Jakarta - Batam, masing-masing dengan nomor tiket 000-9116-4522245 dan 000-9116-4522212 berangkat jam 08.00 dan status dinyatakan OK dalam itinerarynya. Saya tiba di bandara sekitar pukul 6.15 dan pada saat check in ternyata nama saya dan teman dinyatakan tidak ada dalam daftar penumpang. Tentu saja saya tidak terima dan dan kemudian dijelaskan bahwa nama kami terhapus karena adanya TLC (Time Limit Cancel) yang disebabkan kesalahan travel agent kami yang tidak melakukan konfirmasi nomor tiket ke Adam Air sehingga pada saat time limit habis, maka tiket kami dianggap batal. Karena tidak puas, saya kembali ke konter Adam Air dan meminta penjelasan dari staf di sana karena tidak mungkin travel agent dapat mengeluarkan (issue) tiket apalagi dengan status OK dalam itinerarynya namun kemudian nama kami seolah tidak pernah ada dalam daftar penumpang. Oleh Lidya dikatakan bahwa ada banyak penyebab TLC, mungkin karena staf travel agent kami adalah seorang trainee dimana saat book tiket, staf tersebut tidak menyimpan (save) data kami tersebut sehingga terhapus saat TLC. Intinya, data kami terhapus karena kesalahan travel agent kami dan kami bisa ikut penerbangan berikutnya (jam 12) dengan membayar Rp 450.000 per orang (cancellation fee dan selisih harga tiket go show dengan tiket yang sudah kami bayar). Tentu saja kami tolak sambil menunggu konfirmasi dari travel agent yang baru dapat kami lakukan sekitar jam 8.30 (jam buka travel agent) dan setelah ditelusuri ternyata travel agent kami menemukan bahwa kesalahan ada di pihak Adam Air yang menghapus nama kami secara sepihak. Hal ini diperkuat dengan bukti atas kronologi transaksi (histori) yang difax ke konter Adam saat itu juga dimana pada saat booking tiket dilakukan dan tiket diissue, travel agent sudah memasukkan nomor tiket dan juga menghapus TL sehingga status dinyatakan OK. Namun oleh RC (Reservation Control) Adam Air "secara ajaib" 9 detik kemudian memunculkan TL kembali sehingga Adam Air seolah-olah berhak untuk menghapus nama kami dan kemudian nama kami benar2 terhapus dari daftar penumpang dan seat kami dijual kepada orang lain. Staf lain, Lili, berusaha membela diri namun tanpa sekalipun meminta maaf bahwa ada kemungkinan saat travel agent menginput data pada saat yang sama dengan staf pusat yang juga bekerja sehingga tentu saja data di pusat yang akan terecord lebih dahulu. Hal ini tentu saja tidak masuk akal karena transaksi saya dinyatakan selesai dan mengapa 9 detik kemudian RC memasukkan kode TL lagi. Dengan demikian saya simpulkan bahwa ini merupakan cara Adam Air secara sengaja untuk menjual seat yang melebihi kapasitasnya dan merupakan cara yang sangat tidak etis dalam berbisnis. Pengalaman ini adalah pengalaman terakhir saya terbang dengan Adam Air. vonny@lf-consult.comTelepon pada redaksi

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads