Keluhan
Menjelang Piala Dunia 2006 Bank ABN Amro menawarkan kartu limited edition Mastercard FIFA. Promosi tersebut dengan gencar dipromosikan via surat kabar dan booth yang diawaki oleh salesman berseragam ABN Amro. Tertarik dengan desain kartu yang unik saya mengajukan aplikasi yang dijanjikan dalam 4 hari akan disetujui. Pada tanggal 31 Mei 2006 setelah menunggu lebih kurang 1 bulan saya menerima kartu kredit Platinum ABN Amro. Ketika saya buka ternyata desain kartu tidak sesuai dengan desain kartu yang dijanjikan saat mengisi aplikasi karena yang dikirim bukan kartu limited edition Mastercard FIFA, namun saya terhibur karena bersama kartu terlampir pula surat dari Bp Wawan Salum selaku Head of Consumer Finance ABN Amro yang menyatakan bahwa pengiriman kartu limited edition Mastercard FIFA tertunda karena tingginya permintaan dan akan dikirimkan 2 minggu dari tanggal surat diterima.Keesokan harinya 1 Juni 2006 pukul 9.30 pagi saya menghubungi Phone Banking 24 jam ABN Amro untuk mengaktifkan kartu sekaligus menanyakan apa yang akan terjadi jika 2 minggu kemudian kartu yang dijanjikan dikirim, apakah saya akan pegang 2 kartu atau harus menutup kartu yang sekarang sudah diterima. Tetapi saya sangat kaget ketika Customer Service ABN Amro bernama ibu Oni mengatakan bahwa saya tidak akan dapat kartu lagi (desain FIFA) karena berarti saya tidak kebagian. Tentu saja saya menolak pernyataan ibu Oni tersebut karena saya telah memegang surat dari Bp.Wawan Salum. Ketika saya menjelaskan ternyata Ibu Oni ngotot dengan pendapatnya sendiri. Karena sikapnya itu saya menjadi tidak puas dan ingin berbicara dengan atasan ibu Oni untuk minta klarifikasi. Dikatakan oleh ibu Oni atasannya bernama Bp.Tony tetapi karena yang bersangkutan sedang terima telepon maka dijanjikan akan disampaikan ke bapak Tony.Pukul 10.00 saya menelepon lagi ke Phone Banking 24 jam ABN Amro untuk bicara ke Pak Tony yang lagi-lagi dikatakan sedang terima telepon dan dijanjikan oleh Customer Service ibu Rita untuk disampaikan dan dijanjikan akan menelpon kembali.Pukul 13.32 siang saya menelepon lagi diterima oleh Ibu Novi. Saya katakan ingin bicara dengan Bapak Tony tetapi dijawab dengan nada kasar bahwa Pak Tony sedang sibuk dan tidak bisa dihubungi. Tidak puas dengan jawaban yang bersangkutan saya menelepon kembali dan diterima oleh Pak Yudi dengan jawaban Bapak Tony sedang ke luar kantor. Mana yang benar?Bisa dibayangkan betapa petugas-petugas customer service ABN Amro telah menunjukkan sikap yang tidak profesional.Semoga surat ini dibaca oleh Bapak Wawan Salum dan saya menunggu klarifikasi dari beliau mengenai jawaban customer service dan perlakuannya terhadap pelanggan.guswai@cbn.net.idalamat lengkap di redaksi Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait
(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.











































