Kapok Naik Batavia Air

Suara Pembaca

Kapok Naik Batavia Air

- detikNews
Kamis, 01 Jun 2006 10:47 WIB
Keluhan
Saya adalah penumpang Batavia Air jurusan Makassar-Jakarta pada tanggal 16 April 2006 yang sangat kecewa akan pelayanan Batavia Air. Sebetulnya saya malas menulis keluhan ini, karena menurut saya tidak ada gunanya. Akan tetapi saya berharap semoga dapat menjadi masukan bagi Batavia Air di kemudian hari.Pertama-tama, ketika tiba di bandara (Makassar) saya langsung menuju ke counter Batavia Air untuk membeli tiket tujuan Jakarta, akan tetapi petugas di sana (wanita, saya tidak mencatat namanya) dengan tidak memandang saya sekali (sambil mengunyah makanan) mengatakan semua tiket tujuan Jakarta sudah habis.Kedua ketika saya sedang pusing memikirkan bagaimana harus ke Jakarta pada hari itu juga, seorang petugas yang berbaju dinas (Kopkadara atau apa itu saya tidak ingat) bernama Fransiskus bertanya kepada saya, "Mau ke mana,Pak?" Lalu saya jawab mau ke Jakarta hari ini, dan alangkah terkejutnya saya mendengar jawabannya "Saya punya Pak 10 tiket Batavia Air, kalau bapak mau, harganya 1 tiket 900 ribu, kalau Bapak mau saya langsung issued di Batavia Air". Lalu saya jawab "Bagaimana bisa, saya tadi dari Batavia Air sudah full kok?" Lalu dia bilang "Tenang saja pak, masih ada kok, itu mah biasa." Setelah tawar menawar akhirnya dia mau melepas 2 tiket dengan harga satunya 880 ribu. Lalu setelah itu saya diminta menunggu di wartel di bandara. Selama menunggu saya melihat Fransiskus berjalan ke loket Batavia Air, lalu berbicara apa saya tidak tahu, lalu kembali ke wartel dan berkata "Tenang Pak, sedang diurus."Iseng-iseng menunggu saya penasaran, lalu keluar dari wartel dan berjalan ke counter Batavia Air dan bertanya sekali lagi tentang tiket ke Jakarta, dan dijawab sudah habis. Lalu saya berjalan lagi ke counter-counter penerbangan lain yang seluruhnya tiket ke Jakarta ternyata sudah habis, dan ketika akan kembali ke wartel, saya sempat berhenti sebentar di depan counter Batavia Air ketika saya mendengar sepasang muda-mudi berbicara "Aduh untung masih dapat tiket ke Jakarta yah walau mahal sekali". Lalu saya bertanya ke counter apa tiket ke Jakarta masih ada, dan tetap dijawab sudah habis.Ketika saya sampai ke wartel, dan duduk kira-kira 15 menit datang seorang petugas Batavia Air (saya tidak lihat namanya) lalu sambil lirik kiri lirik kanan dia mengeluarkan beberapa lembar boarding pass Batavia Air tujuan Jakarta, lalu berbicara sesuatu dengan Fransiskus (saya tidak jelas bicara apa karena suaranya kecil). Lalu menyerahkan 2 lembar boarding pass saja ke Fransiskus, lalu keluar dari wartel. Setelah pria itu keluar, Fransiskus memberikan 2 boarding pass untuk saya yang diatasnya telah tertulis nama saya dan rekan saya ditulis dengan ballpoint warna biru sementara nomor seat sudah tercantum 20A dan 20C, selain itu dia juga mengeluarkan 2 lembar airport tax dan pajak pemda yang sudah lusuh (total 70 ribu). Lalu saya bertanya loh kok cuma boarding pass, tiketnya mana? Dia bilang tenang saja, nanti masuk ke dalam bersama saya. Betul saja masuk ke pintu pengecekan tidak ditanya ini atau itu langsung masuk saja, dan ketika di tempat cek in/baggage saya tinggal menaruh bagasi saya saja, sambil melihat petugas di counter berbicara dan tersenyum senyum dengan Fransiskus.Kekecewaan kedua adalah, pesawat yang akan saya naiki ternyata terlambat hingga 3 jam. Dan lebih hebatnya lagi adalah sudah 1 jam terlambat, tidak ada pemberitahuan ataupun permintaan maaf dari petugas Batavia Air yang berjaga di terminal keberangkatan, yang ada setelah didesak penumpang malah jawaban dengan nada ketus yang berkata "Sabar Pak, saya juga nggak tau ada masalah apa ini di lapangan" yang memancing amarah beberapa penumpang yang mendengarnya (tetapi berhasil ditenangkan oleh penumpang lain). Setelah kejadian itu barulah pihak Batavia Air mengumumkan keterlambatan penerbangan.Saya kecewa, setelah penumpang marah, barulah pihak Batavia Air memberikan pengumuman. Daripada delay 3 jam mengapa para penumpang tidak dialihkan saja menggunakan pesawat atau penerbangan lain yang ke arah Jakarta, toh tidak ada masalah di jalur udara ke Jakarta. Bagaimana tanggung jawab Batavia Air atas keterlambatan yang terjadi (beberapa penumpang yang saya rasa pengusaha sampai menelepon kerabat atau rekannya untuk membatalkan janji).Apa pun masalahnya seharusnya Batavia Air (setelah saya mencari tahu dari beberapa teknisi yang berlalu lalang ternyata ada permasalahan pada hidrolis roda depan) jujur kepada penumpang. Saya yakin apabila dari awal pihak Batavia Air mau meminta maaf dan memberitahukan keterlambatan, pasti para penumpang dapat mengerti. Toh daripada mengalami kasus seperti pada hari Jumat lalu dimana ban Batavia Air pecah, lebih baik kami menunggu.Mohon pihak Batavia Air dapat mengintrospeksi diri dan membenahi sistem di dalam Batavia Air yang masih dipenuhi percaloan (kasus pertama) dan lebih banyak melatih karyawannya agar dapat bersikap lebih ramah dan perhatian kepada penumpangnya.alvian@cni.co.idPenumpang Batavia Air yang kecewa

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait

(nrl/)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda.


Berita Terkait